Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Krisis Timur Tengah Mengguncang India, Harga Bensin dan Solar Naik

Agung Sumandjaya • Jumat, 15 Mei 2026 | 18:29 WIB
India sangat terdampak oleh kenaikan harga energi yang dipicu perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. [Firdous Nazir/NurPhoto via Getty Images]
India sangat terdampak oleh kenaikan harga energi yang dipicu perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. [Firdous Nazir/NurPhoto via Getty Images]

RADAR PALU - India menaikkan harga bahan bakar sekitar 3 persen seiring krisis energi akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz mulai berdampak pada perekonomian negara tersebut.

Pemerintah di New Delhi pada Jumat (15/5/2026) mengumumkan kenaikan harga sebesar 3 rupee (sekitar Rp570) per liter untuk menutupi kerugian akibat terganggunya pasokan energi. Harga bensin kini menjadi 97,77 rupee (sekitar US$1,02) per liter, sementara solar naik menjadi 90,67 rupee (sekitar US$0,94).

India merupakan importir minyak terbesar ketiga di dunia. Sekitar 90 persen kebutuhan minyaknya berasal dari impor, dan hampir setengah pasokan minyak mentah negara itu biasanya melewati Selat Hormuz.

Baca Juga: Rektor Untad Diduga Sebut Pemeriksaan Tim Itjen Kemendiktisaintek Terkait Plagiasi Guru Besar Tidak Sah

Kondisi tersebut membuat India sangat terdampak oleh lonjakan harga energi dan gangguan pasokan akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Meski demikian, New Delhi sebelumnya menahan kenaikan harga bahan bakar eceran dan menjadi salah satu negara ekonomi besar terakhir yang meneruskan dampak kenaikan harga minyak dunia kepada konsumen.

Kenaikan harga ini terjadi hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri India, Narendra Modi, meminta masyarakat melakukan penghematan sukarela. Ia mengimbau warga bekerja dari rumah jika memungkinkan, mengurangi perjalanan ke luar negeri, serta menekan pembelian emas.

Baca Juga: Kunci Sulteng Nambaso: FKUB dan Anwar Hafid Bedah Konsep Berani Berkah

Modi menyebut penghematan bahan bakar sebagai tindakan “patriotik” dan mendorong masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi umum, berbagi kendaraan (carpooling), serta mengurangi penggunaan pupuk.

Pihak oposisi menilai seruan Modi baru disampaikan setelah pemilu negara bagian selesai digelar. Selama masa kampanye, harga BBM tetap dipertahankan. Pemilu berakhir bulan ini dengan Partai BJP pimpinan Modi memenangkan dua dari empat negara bagian dan memperluas pengaruh politiknya.

Seorang sopir taksi di New Delhi bernama Manoj Kumar mengatakan kenaikan harga BBM akan semakin membebani masyarakat kelas pekerja.

Baca Juga: Kunci Sulteng Nambaso: FKUB dan Anwar Hafid Bedah Konsep Berani Berkah

“Bagi rakyat biasa seperti kami, bahkan satu rupee sangat berarti. Orang bekerja keras dari pagi hingga malam hanya untuk bertahan hidup. Pemerintah tidak melihat itu,” ujarnya kepada Associated Press.

Ibu kota India menjadi wilayah pertama yang menerapkan kebijakan penghematan energi. Pemerintah New Delhi mengumumkan berbagai langkah pengurangan konsumsi BBM, termasuk kewajiban bekerja dari rumah bagi sebagian pegawai pemerintah.

Kepala Menteri Delhi, Rekha Gupta, mengatakan kampanye penghematan selama 90 hari itu bertujuan mengurangi penggunaan bahan bakar resmi pemerintah serta mendorong masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi publik.

Pegawai yang pekerjaannya bisa dilakukan secara daring diwajibkan bekerja dari rumah dua hari dalam seminggu. Perusahaan swasta juga didorong menerapkan kebijakan serupa.

India juga mempercepat program pencampuran etanol ke dalam bensin untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah. Banyak SPBU kini menjual bensin dengan campuran 20 persen etanol, dan pemerintah mengusulkan perluasan penggunaan bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 85 persen bahkan 100 persen untuk kendaraan tertentu.

Para ahli energi menilai biofuel dapat membantu meredam gejolak energi global. Namun, penggunaan besar-besaran etanol dikhawatirkan memicu masalah lingkungan karena penggunaan lahan pertanian pangan dan berpotensi merusak mesin kendaraan lama.

Di tengah krisis pasokan energi, India pada Jumat juga mengumumkan penandatanganan kerja sama minyak, gas, dan pertahanan strategis dengan Uni Emirat Arab.

Kesepakatan itu ditandatangani bersamaan dengan dimulainya tur lima negara oleh Modi, termasuk ke Eropa, yang disebut pemerintah India bertujuan memperkuat keamanan energi nasional.

Sementara itu, pemerintah Uni Emirat Arab mengumumkan percepatan pembangunan jalur pipa minyak baru yang memungkinkan ekspor minyak tanpa melewati Selat Hormuz. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2027. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
#india #krisis energi #migas #selat hormuz