RADAR PALU – Wabah hantavirus MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah tiga penumpang kapal pesiar tersebut dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan laut dari Argentina menuju kawasan Afrika dan Eropa.
Kasus wabah hantavirus MV Hondius menjadi sorotan setelah sejumlah negara menolak kapal berbendera Belanda itu bersandar karena khawatir terjadi penyebaran penyakit langka yang dikenal memiliki risiko tinggi terhadap sistem pernapasan manusia.
Kapal pesiar MV Hondius sebelumnya berlayar menuju Tanjung Verde. Namun otoritas setempat menolak memberikan izin sandar di Pelabuhan Praia setelah muncul laporan tiga penumpang meninggal dan dua awak kapal mengalami gejala pernapasan akut.
Baca Juga: Bupati dan Kapolres Kompak Sapu Bersih PETI, Satgas Tambang Parimo Kembali Bergerak
Pemerintah Tanjung Verde menyatakan fasilitas medis di negara tersebut tidak memadai untuk menangani potensi wabah menular berskala internasional.
Penolakan serupa juga datang dari sejumlah pelabuhan di kawasan Afrika Barat yang berada di jalur pelayaran kapal tersebut.
Di tengah meningkatnya kecemasan global, Spanyol akhirnya menerima kapal itu atas permintaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Uni Eropa. Kapal dijadwalkan bersandar di Kepulauan Canary dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Baca Juga: Bupati Delis Pastikan TPP ASN Morowali Utara Tidak Dihapus
Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut keputusan itu diambil berdasarkan prinsip hukum internasional dan pertimbangan kemanusiaan.
Data terbaru WHO mencatat terdapat tujuh kasus hantavirus di atas kapal, terdiri atas dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek.
Dua pasien yang telah dipastikan terinfeksi yakni seorang perempuan asal Belanda yang meninggal dunia serta pria berusia 69 tahun asal Inggris yang kini menjalani perawatan di Afrika Selatan.
WHO juga menemukan indikasi kemungkinan penularan antarmanusia, meski risiko bagi masyarakat umum masih dikategorikan rendah.
Virus yang ditemukan diketahui merupakan strain Andes, salah satu varian hantavirus langka yang dapat menular melalui kontak sangat dekat antarindividu.
Saat ini terdapat 149 penumpang dan kru dari 23 negara yang masih berada di dalam kapal MV Hondius. Mereka dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary dalam beberapa hari ke depan.
Seluruh penumpang nantinya akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta karantina di fasilitas khusus yang telah disiapkan pemerintah Spanyol.
Sementara itu, WHO dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) terus memantau perkembangan kasus tersebut.
Operator kapal, Oceanwide Expeditions, memastikan seluruh penumpang tetap berada dalam isolasi hingga proses evakuasi selesai dilakukan.***
Editor : Muhammad Awaludin