Dalam keterangan yang disampaikan pada Selasa (2/12), Kapolresta menegaskan pentingnya menahan diri di tengah derasnya arus informasi yang beredar, terutama di media sosial. Ia mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, masyarakat dan mahasiswa diminta tidak terpancing oleh kabar yang belum memiliki kejelasan.
“Kami menghimbau kepada seluruh pihak untuk menjaga ketertiban, tidak terlibat dalam aksi bentrokan, serta tidak menyebarkan video atau informasi yang dapat memperkeruh suasana. Mengutamakan dialog adalah langkah yang paling utama saat terjadi gesekan,” ujarnya.
Menurut Kapolresta, penyebaran video atau narasi provokatif justru dapat memicu ketegangan baru, terutama bagi pihak-pihak yang belum mengetahui situasi secara utuh. Karena itu, ia menekankan agar setiap pihak menahan diri dan mengutamakan penyelesaian secara damai apabila terjadi selisih paham.
Pihak Polresta Palu juga meminta masyarakat yang mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di wilayahnya untuk segera melaporkan kepada aparat keamanan. Respons cepat, kata Kapolresta, akan diberikan demi mencegah berkembangnya konflik. “Keamanan kota ini adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap kerja sama dari mahasiswa, pihak kampus, dan warga Tondo untuk menjaga Palu tetap aman,” tutur Kombes Pol Deny Abrahams.
Sebagai langkah antisipatif, Polresta Palu telah meningkatkan pengawasan di beberapa titik yang dinilai rawan. Penebalan personel dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan tidak ada aktivitas yang dapat menimbulkan benturan lanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kampus maupun kawasan permukiman di Tondo.
Pihak kampus dan tokoh masyarakat di Tondo juga disebut telah berkomunikasi dengan aparat kepolisian untuk mendukung upaya meredam situasi. Diharapkan sinergi antara mahasiswa, civitas akademika, warga, dan aparat dapat menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas.
Kapolresta kembali menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan menjaga kepala dingin serta mengedepankan dialog, potensi konflik diharapkan dapat diredam sejak dini.
Hingga saat ini, situasi di sekitar Untad dilaporkan mulai kondusif, meski aparat masih terus melakukan pemantauan intensif. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang dan berharap suasana damai dapat segera pulih sepenuhnya. (who)
Editor : Nur Soima Ulfa