RADARPALU - PT Mamuang bersama Karsa Institute memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat adat Kaili Tado di Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, melalui pendampingan dan pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan Program Pemberdayaan Masyarakat dan Inklusi Sosial Komunitas Topo Tado. Program ini dirancang dengan pendekatan partisipatif untuk meningkatkan kapasitas individu dan kelompok sekaligus membangun sistem pendampingan yang berkelanjutan.
Pendampingan dipimpin Syaiful Taslim dari Karsa Institute bersama tim lapangan. Kegiatan diawali dengan proses need assessment untuk memetakan kondisi, kebutuhan, potensi, dan tantangan yang dihadapi kelompok-kelompok usaha ekonomi masyarakat adat Kaili Tado.
Baca Juga: TKA Morowali Mendominasi Penerbangan China Southern Guangzhou-Palu
Syaiful mengatakan, strategi pemberdayaan diarahkan secara holistik dengan mencakup aspek ekonomi, sosial, dan tata kelola inklusif. Penguatan kapasitas dilakukan melalui pelatihan, pendampingan teknis, serta pengembangan kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi lokal.
“Strategi pemberdayaan diarahkan secara holistik dengan mencakup aspek ekonomi, sosial, dan tata kelola inklusif,” ujar Syaiful.
Menurutnya, proses need assessment penting dilakukan agar pengembangan program tidak sekadar berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
Baca Juga: Reses Ulfa Soroti Jalan Gelap dan Layanan Dasar Warga di Lambara
Selain pemetaan kebutuhan, anggota kelompok juga mendapatkan pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran keluarga sehingga kegiatan usaha produktif dapat berkembang sejalan dengan penguatan ekonomi rumah tangga.
Penguatan kelompok perempuan menjadi salah satu bagian dalam program pemberdayaan masyarakat adat Kaili Tado. Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) diarahkan untuk meningkatkan akses perempuan terhadap modal usaha, mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga, memperkuat solidaritas antaranggota, serta menjadi wadah pengembangan usaha mikro perempuan secara berkelanjutan.
Ketua Adat Kaili Tado Arkham menyambut positif keberlanjutan pendampingan tersebut. Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam menentukan kebutuhan menjadi hal penting agar program yang dijalankan sesuai dengan kondisi setempat.
Baca Juga: Pemberdayaan Berbasis Tugas Kesehatan Keluarga: Strategi Membangun Kemandirian Pencegahan Tuberkulos
“Kami menyambut baik kegiatan pendampingan seperti ini karena masyarakat tidak hanya diberikan program, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai apa yang menjadi kebutuhan dan potensi yang bisa dikembangkan,” kata Arkham.
Hal senada disampaikan Halimah, anggota Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan. Ia menilai pelatihan pengelolaan keuangan memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari kegiatan ini kami belajar bahwa menjalankan usaha juga harus dibarengi dengan kemampuan mengatur keuangan keluarga. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat kami praktikkan sehingga usaha yang dijalankan bisa berkembang dan pendapatan dapat dikelola dengan lebih baik,” ujar Halimah.
Manajemen PT Mamuang Susila Darmawati mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Perusahaan bersama Karsa Institute. Menurutnya, peningkatan kapasitas menjadi bagian penting agar kelompok usaha yang telah dibentuk dapat berkembang secara mandiri dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Baca Juga: Pemkot Palu Dorong Kemudahan bagi Disabilitas, Diskon di Tempat Usaha Jadi Gagasan
“Pengembangan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya dengan membentuk kelompok atau memberikan dukungan usaha. Hal yang juga penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha dan keuangan keluarga dengan baik,” kata Susila.
Ia menambahkan, proses need assessment juga diperlukan untuk memastikan setiap intervensi program berikutnya semakin relevan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai pihak yang aktif dalam setiap tahapan pemberdayaan.
Manajemen PT Mamuang Riki Agusrinaldy mengatakan perusahaan berharap kelompok-kelompok usaha yang telah terbentuk dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: 18 Kelurahan di Palu Belum Verifikasi Data Disabilitas, Dinsos Minta Segera Dievaluasi
“Kami ingin program ini tumbuh bersama masyarakat. Karena itu, pendampingan menjadi bagian yang sangat penting. Harapannya, melalui penguatan kapasitas dan pengelolaan keuangan yang lebih baik, anggota kelompok semakin mampu melihat potensi usaha, mengelola pendapatan dengan bijak, dan mengembangkan kegiatan ekonomi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarganya,” ujar Riki.
Melalui kolaborasi PT Mamuang, Karsa Institute, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, program tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat adat Kaili Tado melalui pendekatan berbasis kebutuhan, peningkatan kapasitas, dan pendampingan berkelanjutan.***
Editor : Mugni Supardi