RADAR PALU – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna, menegaskan pentingnya transformasi digital yang terus dilakukan untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan keuangan di daerah.
Menurut Irfan, sistem pembayaran memiliki fungsi penting dalam mengalihkan dana untuk menggerakkan perekonomian. Semakin cepat, mudah, murah, aman, dan andal sistem pembayaran, maka semakin lancar pula aktivitas ekonomi dan keuangan masyarakat.
“Teknologi digital itu semakin lama semakin berkembang. Dulu misalnya perkembangan setahun, sekarang mungkin enam bulan, nanti tiga bulan, bahkan dalam sebulan sudah ada perkembangan yang lebih maju. Kita membutuhkan transformasi yang terus harus kita jalankan,” ujar Irfan dalam sambutannya pada Jumat (12/8/2026).
Baca Juga: Kebutuhan Naik, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 65 Persen di Sulselbar
Ia mengatakan, transformasi digital perlu diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki peran langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor distribusi dan perdagangan serta pasar sebagai pusat transaksi masyarakat.
Kelancaran transaksi, lanjutnya, juga harus didukung ketersediaan pasokan yang memadai. Karena itu, digitalisasi perlu berjalan beriringan dengan upaya penguatan sektor perekonomian, khususnya dalam menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga.
Pada digitalisasi pasar di Kota Palu sendiri, hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan pembayaran digital hingga tingkat pasar. Pasar merupakan ruang interaksi ekonomi yang dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Masa Percobaan Pidana Mati dalam KUHP Baru: Humanisasi Hukum atau Celah Impunitas Bagi Korban?
“Dengan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital di pasar, transaksi antara pedagang dan masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih praktis sekaligus mendukung ekosistem pasar yang semakin bergerak,” jelasnya.
Sementara itu, sinergi penguatan pasokan dalam rangka pengendalian inflasi dan ketahanan pangan merupakan bentuk kolaborasi untuk mencukupi ketersediaan komoditas, khususnya dalam mendukung kebutuhan masyarakat di Kota Palu.
Ia menegaskan, penguatan pasokan menjadi penting karena harga tidak hanya ditentukan oleh sistem pemerintahan, tetapi juga sangat dipengaruhi kelancaran produksi, distribusi, dan ketersediaan komoditas.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI, PT Askrindo Branch Office Palu Gelar Jalan Santai, Lomba dan Tanam Pohon
Pada kesempatan itu, Irfan mengatakan pelindungan konsumen menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan. Di tingkat daerah, BI, OJK, dan Kementerian terkait juga membangun forum koordinasi.
Menurut dia, edukasi konsumen penting karena pelindungan konsumen turut menentukan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.
“Kalau pertumbuhan ekonomi dan keuangan bagus, tapi kalau pelindungan konsumen tidak terjaga, stabilitas akan terganggu,” katanya.
Baca Juga: Pegadaian Salurkan Bantuan Pendidikan melalui Program Gold Generation di SD Inpres Duyu
Ia menjelaskan, ketika masyarakat merasa tidak terlindungi dengan baik dalam transaksi keuangan dan semakin banyak pengaduan, kepercayaan terhadap sistem keuangan dapat menurun. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi kemampuan sektor keuangan dalam menjalankan fungsi mendanai perekonomian.
Karena itu, BI Sulteng bersama perbankan dan lembaga terkait akan terus melakukan sosialisasi terhadap konsumen agar semakin banyak masyarakat mendapatkan edukasi mengenai keuangan dan pelindungan konsumen.
Irfan berharap berbagai inisiatif yang diluncurkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari implementasi dan penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan yang lebih luas.
Baca Juga: Wagub Reny Datang, Biaya Pengobatan Siswi Korban Tembakan Ditanggung
“Ke depan kami berharap digitalisasi dapat terus digunakan, digitalisasi aset juga dapat semakin luas, dan sinergi penguatan pasokan dalam pengendalian inflasi dan ketahanan pangan dapat terus diperkuat sehingga lebih memberikan dampak nyata terhadap kelancaran aktivitas ekonomi dan stabilitas harga,” pungkasnya.***
Editor : Rina Khalik