RADARPALU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Tengah mencatat tiga daerah dengan kontribusi pajak alat berat tertinggi.
Kabupaten Morowali menjadi daerah penyumbang terbesar, disusul Kota Palu sebagai posisi kedua dan Kabupaten Donggala pada posisi ketiga.
Rian Dharmawan, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pajak Daerah Bapenda Sulteng menyebut besarnya kontribusi ketiga daerah tersebut tidak terlepas dari banyaknya alat berat yang dimiliki maupun dioperasikan oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan usaha.
Baca Juga: NasDem Tegaskan Anugrah Pratama Tak Langgar Disiplin, Absensi Keliru Diverifikasi
"Pajak alat berat ini mulai kami lakukan pemungutan itu dari tahun 2025. Kategorinya itu yang memiliki dan menguasai alat berat tersebut," tutur Rian saat ditemui di ruangannya, Jumat (3/7/2026).
Ia mengatakan, tingginya kontribusi Morowali didorong oleh pesatnya aktivitas pertambangan dan industri pengolahan nikel yang membutuhkan banyak alat berat dalam operasionalnya.
Sementara di Kota Palu, penerimaan pajak alat berat ditopang oleh meningkatnya penggunaan alat berat pada sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Siap Perkuat Kinerja Usai Rakor Nasional Kementerian Hukum
Sedangkan Donggala turut memberikan kontribusi melalui aktivitas pertambangan dan proyek pembangunan yang berkembang di wilayahnya.
Rian juga membeberkan bahwa target pajak daerah untuk alat berat di tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 5 miliar.
"Jadi di tahun ini, target pajak alat berat itu 7,5 miliar, naik lagi dari tahun kemarin. Realisasi sementara sampai dengan Juni sebesar Rp 1.810.204.543, sudah mencapai 24,14 persen," jelasnya.
Ia memastikan pihaknya akan terus mengoptimalkan penerimaan pajak alat berat melalui pendataan dan pengawasan terhadap kepemilikan maupun penguasaan alat berat yang menjadi objek pajak.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh potensi penerimaan daerah dapat tergali secara maksimal dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Sulawesi Tengah.(cr3)
Editor : Mugni Supardi