RADARPALU - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palu membuka ruang dialog dengan wajib pajak melalui Forum Konsultasi Publik (FKP).
Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyerap masukan masyarakat sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan yang telah diberikan sepanjang tahun 2025.
Kepala KPP Pratama Palu, Tommy Yulianto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan capaian kinerja layanan publik sekaligus memaparkan hasil survei kepuasan layanan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Pertamina Jamin Pasokan BBM di Sulawesi Tetap Aman
Menurutnya, selama tahun 2025 telah dilakukan survei kepuasan layanan publik secara berkala. Hasil survei tersebut dengan berbagai capaian layanan akan dipaparkan kepada para peserta forum.
Selain menyampaikan capaian, pihaknya juga mengharapkan berbagai masukan dari para pemangku kepentingan terkait layanan yang telah diberikan KPP Pratama Palu.
“Kami mengharapkan masukan-masukan dari Bapak-Ibu sekalian terkait dengan layanan yang sudah diberikan oleh KPP Pratama Palu, agar layanan semakin hari semakin baik dan dapat lebih dirasakan manfaatnya,” katanya.
Baca Juga: Pertamax Naik Drastis Mulai Hari Ini, Pertalite dan Biosolar Tetap Bertahan di Harga Lama
Tommy kembali menjelaskan, KPP Pratama Palu telah memperoleh sejumlah penghargaan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, instansinya memperoleh penghargaan tingkat dua dari Kementerian PANRB. Kemudian pada 2023 meraih penghargaan pelayanan ramah disabilitas. Selanjutnya di 2024, 2025 dan 2026 juga kembali memperoleh penghargaan atas layanan yang diberikan.
Meski demikian, kata dia, penghargaan yang telah diraih tidak membuat pihaknya berhenti melakukan perbaikan layanan.
Tommy juga meminta masukan terkait peningkatan layanan bagi penyandang disabilitas, kenyamanan layanan, percepatan pelayanan, hingga kemudahan akses layanan dari berbagai tempat.
Selain itu, pihaknya juga meminta saran terkait upaya meningkatkan keterlibatan atau engagement melalui media sosial, sehingga informasi perpajakan dan kegiatan penyuluhan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami menginginkan masukan-masukan lagi agar layanan yang diberikan semakin hari semakin baik,” tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi