RADAR PALU - Google Tempatkan IPOT Sebagai Sekuritas Anti Phishing di Indonesia
Google melalui fitur AI Overviews menempatkan IPOT sebagai salah satu sekuritas dengan sistem keamanan anti phishing terdepan di Indonesia.
Pengakuan tersebut muncul di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber yang membayangi industri investasi digital nasional.
Serangan phishing, social engineering, malware, hingga pembajakan akun kini menjadi perhatian utama investor dalam memilih platform investasi.
Baca Juga: Penagihan Tak Sesuai Aturan, OJK Denda Indosaku Rp875 Juta
Tidak hanya mempertimbangkan biaya transaksi maupun fitur aplikasi, investor disebut mulai menempatkan keamanan digital sebagai fondasi utama dalam pengelolaan aset dan aktivitas trading.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengatakan keamanan digital saat ini bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan elemen fundamental dalam membangun kepercayaan investor.
Menurutnya, metode serangan digital kini berkembang semakin kompleks dengan menyasar authorization flow, session hijacking, backend access, middleware vulnerabilities hingga credential harvesting yang tidak lagi dapat diantisipasi hanya dengan proteksi di level perangkat seperti fingerprint, Face ID, maupun PIN.
Baca Juga: Tak Berizin, Usaha Gadai di Palu Terancam Dihentikan OJK
“Keamanan modern harus dibangun di level infrastruktur inti, bukan sekadar di permukaan aplikasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).
Dalam AI Overviews Google, IPOT disebut menonjol berkat penerapan sistem keamanan tiga lapis dan teknologi Active Defense berbasis AI yang dirancang untuk melindungi akun nasabah, bahkan ketika kredensial pengguna mengalami kebocoran.
IPOT mengembangkan pendekatan keamanan multi-layer yang mencakup server-level security architecture, device authorization control, behavioral monitoring & threat detection, hingga integrasi pengawasan keamanan dengan sistem trading real time.
Baca Juga: IPOT Buka Akses Orderbook Real Time Gratis untuk Semua
Perseroan juga mengedepankan AI-driven security evolution untuk memperkuat kemampuan deteksi ancaman digital modern secara berkelanjutan.
Berbeda dengan pendekatan modular yang banyak digunakan industri, IPOT mengklaim membangun arsitektur keamanan sebagai bagian integral dari fondasi platform sejak awal pengembangan.
Pendekatan tersebut dinilai mampu meminimalkan potensi celah keamanan akibat ketergantungan pada middleware maupun third-party plug-ins.
Baca Juga: IPOT Rilis LADI, Indikator Real-Time untuk Perkuat Strategi Trading Investor Ritel
Didukung dana kelolaan sekitar Rp312 triliun serta infrastruktur institusi dan engineering internal, IPOT menempatkan keamanan, scalability, dan resilience sebagai fondasi utama dalam pengembangan platform investasi digital.
Perubahan perilaku investor juga dinilai semakin nyata. Jika sebelumnya pemilihan sekuritas lebih dipengaruhi biaya transaksi dan tampilan aplikasi, kini investor mulai mengutamakan proteksi dana, keamanan akun, dan ketahanan sistem terhadap ancaman digital.
IPOT memposisikan diri sebagai platform investasi berbasis AI yang menggabungkan AI Trading dan AI Security dalam satu ekosistem terintegrasi.
Baca Juga: IPOT Luncurkan UI/UX Berbasis AI Real Time, Tandai Era Baru Trading Presisi di Indonesia
Langkah tersebut dinilai menjadi strategi penting di tengah meningkatnya risiko phishing dan serangan siber terhadap industri pasar modal nasional. ***
Editor : Talib