DPKP Palu Sulap Lahan Tidur Jadi Demplot Urban Farming
Rina Khalik• Kamis, 7 Mei 2026 | 13:59 WIB
Penyuluh dan Pegawai DPKP saat lakukan demplot di lahan yang ada di area kantor DPKP Kota Palu pada Kamis (7/5/2026).(RINA ABD HALIK)
RADARPALU – Pemerintah Kota Palu mulai memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga melalui pemanfaatan lahan tidur dan pekarangan warga untuk urban farming sebagai langkah menekan inflasi pangan daerah.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan komoditas strategis sehari-hari.
Dalam memberikan contoh kepada masyarakat Kota Palu terkait urban farming di lahan tidur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu membuat demplot atau lahan percontohan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPKP Kota Palu, S. Teguh Asparianto mengatakan, demplot tersebut menjadi contoh penerapan urban farming yang dapat diterapkan masyarakat terkait pemanfaatan pekarangan.
“Karena kota Palu ini kan konsen pada pemanfaatan pekarangan. Jadi kita sekarang ini terbuka, metode-metode urban farming apa yang kira-kira efisien, itu kita coba terapkan di lahan percontohan kita,” ujar S, Teguh Asparianto saat ditemui pada Kamis (7/5/2026).
Adapun jenis tanaman yang akan dibudidayakan pada lahan tidur tersebut adalah jenis tanaman yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan komoditas pangan strategis seperti cabai, tomat, bawang merah, dan sayur-sayuran.
“Iya, ini lahan tidur, alangkah baiknya ini kita manfaatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan pekarangan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, dia mengungkapkan bahwa lahan yang digunakan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi yang dibagi kepada sejumlah bidang di lingkungan DPKP Kota Palu untuk dikelola dan ditanami berbagai komoditas.
“Tapi bukan itu yang ingin kita tampilkan kepada masyarakat, kita ingin sajikan kepada masyarakat adalah contoh urban farming. Pemanfaatan pekarangan sempit untuk pengembangan pangan dalam memenuhi gizi keluarga,” jelasnya.
Program tersebut lanjutnya, merupakan bagian dari program Wali Kota Palu terkait Urban Farming Fresh Living Market yang diterjemahkan melalui DPKP Kota Palu kepada masyarakat.
Selain itu, program tersebut juga berkaitan dengan upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat kelurahan. Dalam High Level Meeting TPID, setiap kelurahan diwajibkan menanam komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, tomat, dan dua jenis sayuran lainnya.
“Nanti tim kami akan memberikan edukasi ke kelurahan bagaimana teknisnya. Jadi setiap kelurahan bisa memproduksi sayurannya secara mandiri,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat Kota Palu untuk memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah dengan menanam tanaman pangan menggunakan metode urban farming sederhana.
“Walaupun hanya satu polybag, minimal di rumah ada untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Cabai tinggal petik di pekarangan, berarti sudah ada pengeluaran yang tergantikan,” tandasnya.(rna)