RADAR PALU - Memperingati Hari Kartini, semangat emansipasi perempuan tercermin nyata dalam berbagai program sosial yang dijalankan PT Citra Palu Minerals (CPM).
PT Citra Palu Minerals (CPM) tancap gas memberdayakan perempuan di Palu. Hasilnya nyata: stunting ditekan, ekonomi keluarga ikut bergerak.
Lewat program CSR, CPM menempatkan perempuan sebagai ujung tombak—dari penanganan gizi anak hingga penguatan UMKM berbasis rumah tangga.
Program Genting: Fokus Anak, Dampak ke Keluarga
Program Genting jadi andalan CPM dalam menekan stunting. Pendampingan dilakukan intensif hingga anak berusia dua tahun.
Saat ini, 111 anak masuk dalam program dan masih dalam pengawasan ketat.
“Anak-anak kami dampingi sampai keluar dari kategori stunting,” ujar Superintendent PPM/CSR PT CPM, Rahyunita Handayani.
Program ini dijalankan bersama Pemerintah Kota Palu melalui Dinas P2KB dan Dinas Kesehatan.
Perempuan Jadi Garda Terdepan
Keberhasilan program tak lepas dari peran perempuan. Lebih dari 50 kader kesehatan—mayoritas ibu rumah tangga—turun langsung ke lapangan.
Mereka tak hanya mencatat data, tapi juga belanja, memasak, hingga memastikan makanan bergizi dikonsumsi anak.
“Saya belanja setiap hari, lalu masak dan antar langsung ke anak-anak,” kata kader posyandu, Nur Laila.
Menu disusun lengkap, dari karbohidrat hingga protein, agar mudah dikonsumsi dan tepat gizi.
PT CPM Buka Jalan UMKM Perempuan
Tak hanya fokus kesehatan, CPM juga memperkuat ekonomi perempuan.
Kelompok ibu rumah tangga, termasuk penyandang disabilitas, dilibatkan memproduksi kantong sampel untuk kebutuhan operasional perusahaan.
Langkah ini membuka peluang penghasilan baru dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Diakui Nasional
Komitmen CPM mendapat pengakuan. Perusahaan ini meraih penghargaan nasional dari BKKBN atas kontribusi dalam percepatan penurunan stunting.
Di balik capaian itu, ada kerja konsisten perempuan di lapangan yang menjadi penggerak utama perubahan.
“Karena kami kenal langsung keluarganya, jadi ada dorongan kuat untuk membantu mereka keluar dari masalah gizi,” ujar Nur Laila.***
Editor : Muhammad Awaludin