Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

NTP Tembus Rekor 125,45, MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani

Talib • Rabu, 8 April 2026 | 18:51 WIB
Anggota Dewan Pakar HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmaja. (ISTIMEWA)
Anggota Dewan Pakar HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmaja. (ISTIMEWA)

RADAR PALU – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencetak rekor tertinggi 125,45 pada Februari 2026. Lonjakan ini dikaitkan dengan dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap produksi petani dan peternak secara masif.

Program MBG mulai terlihat efeknya ke sektor riil. Permintaan bahan pangan meningkat, sementara pendapatan petani ikut terdongkrak.

Anggota Dewan Pakar HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmaja, menyebut MBG sebagai penghubung langsung antara produksi pangan dan konsumsi nasional. 

Baca Juga: Harga Jual Turun, NTP Maret 2026 Sulteng Cuma 94,10

“MBG ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Tinggal dihitung berapa produksi mereka yang diserap negara,” ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan NTP Februari 2026 naik 1,50 persen secara bulanan. Kenaikan ini ditopang Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang melonjak 2,17 persen, lebih tinggi dari Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,65 persen.

Artinya, pendapatan petani tumbuh lebih cepat dibanding pengeluaran. 

Baca Juga: NTP Sulawesi Tengah Februari 2026 Turun 1,94 Persen Jadi 99,34

Tren ini konsisten dalam setahun terakhir. NTP tercatat 123,72 pada Maret 2025, naik ke 125,35 pada Desember 2025, dan mencapai puncak di Februari 2026.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada subsektor hortikultura. NTP melonjak dari 119,62 pada Januari menjadi 139,57 pada Februari 2026.

Selain itu, subsektor perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan juga mencatatkan kinerja positif.

Menurut Entang, sekitar 160 juta petani dan peternak terlibat dalam rantai pasok MBG di seluruh Indonesia.

“Kalau semua bergerak dan negara hadir, ini bukan hanya swasembada, tapi juga kemandirian pangan,” tegasnya.

Secara nasional, MBG menciptakan ekosistem pangan dari hulu ke hilir. Permintaan beras, telur, daging ayam, dan sayuran meningkat, membuka peluang usaha baru di daerah. 

Baca Juga: NTP Sulteng Januari 2026 Turun Tipis, Daya Beli Petani Masih Bertahan

Di wilayah seperti Sulawesi Tengah, skema ini dinilai bisa memperkuat ekonomi desa. Petani lokal berpotensi mendapat pasar yang lebih pasti, sementara UMKM pangan ikut terdorong.

Kementerian Pertanian memastikan kesiapan pasokan. Cadangan beras nasional saat ini mencapai 4,6 juta ton.

“Dengan stok kuat dan produksi meningkat, kami siap mendukung kebutuhan MBG,” tegas pernyataan resmi Kementan.

Entang menilai kenaikan NTP menjadi indikator keberhasilan kebijakan pemerintah di sektor pertanian, mulai dari produktivitas hingga efisiensi biaya.

Menurutnya, MBG bukan sekadar program sosial, tetapi strategi ekonomi yang berdampak langsung.

“Program ini memastikan anak-anak sehat, petani sejahtera, dan ekonomi nasional menguat,” pungkasnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#ekonomi pangan #petani #BPS #Makan Bergizi Gratis #NTP