Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kemenperin Dorong Wirausaha Baru Lewat Inkubator Bisnis BDI

Rina Khalik • Minggu, 5 April 2026 | 12:18 WIB
Kemenperin) terus mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing.(Dok Kementerian Perindustrian RI)
Kemenperin) terus mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing.(Dok Kementerian Perindustrian RI)

 

RADARPALU – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing guna memperkuat ekosistem industri nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri (BDI) yang secara konsisten mendampingi pelaku usaha di berbagai sektor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, wirausaha industri merupakan salah satu sumber daya manusia (SDM) yang penting untuk terus dikembangkan.

“Salah satu SDM industri yang tidak kalah penting untuk terus dikembangkan adalah wirausaha industri, khususnya wirausaha baru. Melalui program inkubator bisnis, mereka diharapkan menjadi tunas-tunas wirausaha yang mampu memperkuat ekosistem industri nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4).

Baca Juga: Pariwisata Tumbuh Stabil, Kunjungan Wisman Naik 13,37 Persen

Program ini diselenggarakan oleh tujuh BDI Kemenperin, yakni BDI Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar, serta terbuka bagi wirausaha baru dari seluruh Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi, mengungkapkan bahwa pada 2025 program ini telah membina 37 tenant dengan total 212 tenaga kerja.

“Para tenant bergerak di berbagai sektor seperti kriya, fesyen, makanan dan minuman, serta manufaktur lainnya,” jelasnya.

Baca Juga: Libur Lebaran 2026 Dongkrak Pariwisata, Ekonomi Nasional Bergerak

Ia menambahkan, program inkubator bisnis BDI bertujuan mempercepat pengembangan usaha melalui berbagai dukungan, mulai dari mentoring, pelatihan, fasilitasi legalitas, akses teknologi, hingga pembiayaan.

Program ini dijalankan dalam tiga tahapan utama, yaitu pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi, yang mencakup proses seleksi, pendampingan usaha, hingga fasilitasi permodalan.

Salah satu tenant, Zeea, mengembangkan produk muslimah sportswear untuk menjawab kebutuhan pakaian olahraga yang nyaman dan sesuai bagi perempuan muslim. Melalui pendampingan BDI Jakarta, Zeea berhasil meningkatkan kualitas produk dan meluncurkan seri Bold Revival melalui kolaborasi dengan publik figur Dara Arafah.

Selain itu, Zeta Teknik menghadirkan inovasi mesin pencuci helm otomatis bernama Cleanzer yang dilengkapi sistem pembersih otomatis, pembayaran digital, serta teknologi Internet of Things (IoT). Produk ini merupakan hasil binaan BDI Surabaya.

Di sektor makanan dan minuman, BDI Makassar membina Sago One yang memproduksi tepung sagu sebagai alternatif pangan lokal bernilai gizi tinggi, sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya alam Sulawesi Selatan.

“Kreativitas dan keragaman produk para tenant menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan kapasitas SDM industri sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang inovatif dan kompetitif,” pungkas Doddy.(*)

Editor : Mugni Supardi
#Kemenperin #inkubator bisnis BDI #wirausaha baru Indonesia #industri nasional #BPSDMI