Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Investor Pasar Modal Sulteng Tembus 216 Ribu, Transaksi Saham Melonjak

Mugni Supardi • Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:44 WIB

Kegiatan Jurnalis Update Triwulan I dan buka puasa bersama media digelar OJK Provinsi Sulteng, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan Jurnalis Update Triwulan I dan buka puasa bersama media digelar OJK Provinsi Sulteng, Jumat (13/3/2026).

RADAR PALU – Minat masyarakat Sulawesi Tengah terhadap investasi di pasar modal terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng mencatat jumlah investor di daerah ini mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang 2025.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra mengatakan jumlah investor pasar modal yang tercatat dalam Single Investor Identification (SID) mencapai 216.045 investor per Desember 2025.

Jumlah tersebut meningkat cukup tinggi dibandingkan 144.159 investor pada Desember 2024.

“Perkembangan pasar modal di Sulawesi Tengah menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi,” ujar Bonny dalam kegiatan Jurnalis Update Triwulan I dan buka puasa bersama media, Jumat (13/3).

Kata Bonny, investor reksa dana masih mendominasi dengan jumlah 164.562 SID atau sekitar 76,17 persen dari total investor pasar modal di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, jumlah investor saham juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 42.271 SID, dibandingkan 29.198 SID pada tahun sebelumnya.

"Adapun investor Surat Berharga Negara (SBN) tercatat 4.212 SID, meningkat dari 3.282 SID pada 2024," sebutnya.

Tidak hanya dari sisi jumlah investor, aktivitas transaksi di pasar saham juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat.

Nilai transaksi saham di Sulawesi Tengah pada Desember 2025 tercatat Rp1.558,10 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp658,36 miliar pada Desember 2024.

Menurut Bonny, peningkatan jumlah investor dan transaksi ini menunjukkan semakin luasnya pemahaman masyarakat terhadap instrumen investasi di pasar modal.

OJK juga terus mendorong literasi keuangan dan investasi melalui berbagai program edukasi agar masyarakat dapat berinvestasi secara aman dan memahami risiko yang ada.

“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan instrumen investasi yang legal dan diawasi,” jelasnya.(*)

Editor : Mugni Supardi
#Pasar Modal Sulteng #investasi reksa dana Sulteng #OJK Sulteng #Ekonomi Sulteng #investor saham Sulteng #Bonny Hardi Putra