Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Harga Ikan, Beras dan Cabai Dorong Inflasi Sulteng 5,33 Persen

Muhammad Awaludin • Minggu, 8 Maret 2026 | 19:30 WIB

Aktivitas pedagang ikan dan bahan pangan di pasar tradisional di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah di tengah kenaikan harga komoditas.
Aktivitas pedagang ikan dan bahan pangan di pasar tradisional di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah di tengah kenaikan harga komoditas.

RADAR PALU - Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti ikan, beras hingga cabai menjadi salah satu pemicu inflasi di Sulawesi Tengah pada Februari 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di wilayah tersebut mencapai 5,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,61. 

 

 

 

BPS menyebut inflasi terjadi karena kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 5,17 persen. 

Beberapa komoditas pangan tercatat menjadi penyumbang utama kenaikan harga.

Di antaranya beras, ikan cakalang, ikan lajang, ikan selar, bawang merah hingga minyak goreng. Selain itu harga daging ayam ras, telur ayam ras serta berbagai jenis ikan juga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi.

Kenaikan harga komoditas pangan ini cukup terasa di tingkat konsumen karena sebagian besar merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Selain kelompok makanan, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga juga mencatat inflasi cukup tinggi yakni mencapai 16,03 persen.

Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 14,12 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga yang menahan laju inflasi. 

Baca Juga: Bupati Delis Resmikan Gedung Serbaguna Lembo Nsanaa'a Tompira Hasil Kolaborasi Desa dan Perusahaan

Beberapa di antaranya cabai rawit, tomat, bensin, bawang putih hingga telepon seluler.

BPS juga mencatat secara bulanan atau month to month (m-to-m) inflasi di Sulawesi Tengah pada Februari 2026 sebesar 0,80 persen.

Sedangkan inflasi sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) mencapai 0,81 persen.

Berdasarkan wilayah pemantauan IHK, inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Tolitoli sebesar 7,60 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Morowali sebesar 3,15 persen.

BPS menyebut perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 secara umum menunjukkan tren kenaikan yang mendorong inflasi di Sulawesi Tengah.***

Editor : Muhammad Awaludin
#inflasi Sulawesi Tengah 2026 #harga kebutuhan pokok #harga beras dan ikan naik #inflasi BPS Sulteng #Inflasi Februari 2026