RADAR PALU - Kenaikan harga sejumlah komoditas utama mendorong inflasi di Sulawesi Tengah pada Februari 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di daerah ini mencapai 5,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,61.
Inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat.
Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi mencapai 16,03 persen.
Selain itu kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami kenaikan harga sebesar 5,17 persen.
BPS mencatat sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi di Sulawesi Tengah.
Di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan cakalang, ikan lajang, ikan selar, bawang merah, bahan bakar rumah tangga hingga minyak goreng.
Kenaikan harga juga terjadi pada berbagai makanan siap saji seperti nasi dengan lauk, ikan goreng, kue basah, hingga daging ayam ras dan telur ayam ras.
Selain itu biaya transportasi seperti angkutan udara juga turut menyumbang kenaikan harga secara tahunan.
Namun beberapa komoditas justru menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga.
Di antaranya cabai rawit, tomat, bensin, bawang putih, telepon seluler, cabai merah serta beberapa jenis pakaian.
BPS menyebut secara umum perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 menunjukkan tren kenaikan yang mempengaruhi tingkat inflasi di Sulawesi Tengah.***