RADAR PALU – Dalam upaya mewujudkan sinergi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar High Level Meeting Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Palu, Eka Komalasari turut serta mengikuti kegiatan tersebut via Zoom.
Eka Komalasari menyampaikan hasil dari high level meeting tersebut menekankan kepada kabupaten/kota untuk tetap melaksanakan pasar murah serta melakukan pengawasan terhadap LPG 3 kilogram.
“Dalam hal ini diimbau untuk kabupaten/kota untuk masih melaksanakan pasar murah, melaksanakan pengawasan terhadap kelangkaan LPG 3 kg, memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok, menjamin harga sesuai HET dan terjangkau untuk masyarakat, serta menghindari adanya penimbunan,” ujar, Eka Komalasari saat ditemui pada Kamis (26/2/2026).
Terkait kondisi LPG 3 kilogram di Kota Palu, Eka memastikan stok dalam kondisi aman. Meski sempat beredar isu kelangkaan, Pemerintah Kota melalui Satgas LPG telah melakukan pengawasan langsung ke pangkalan-pangkalan.
“Untuk LPG kalau Kota Palu, alhamdulillah, kemarin isu-isu katanya langka, tapi kami kan ada satgas LPG, itu sudah melakukan pengawasan ke pangkalan yang ada. Itu menurut pangkalan dan sudah kami tinjau memang untuk Kota Palu aman, stok LPG itu ada dan sesuai HET,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi peningkatan permintaan selama Ramadan, Pemerintah Kota melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu juga mengandalkan pasar murah yang menyediakan LPG 3 kilogram bagi masyarakat yang terdata dalam DTKS.
Sementara itu, terkait dengan kebutuhan bahan pokok (Bapok), menurutnya harganya masih terjangkau, meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.
“Cuman memang ada beberapa komoditas yang naik, termasuk ikan yang memang masih naik, telur yang memang agak naik untuk sekarang, dan cabai-cabaian kayaknya yang agak naik. Ayam juga,” ungkapnya.
Terkait inflasi, Eka menyebutkan Kota Palu dipengaruhi oleh beberapa komoditas seperti ikan, harga emas dan properti. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Stok untuk kebutuhan Kota Palu itu insya Allah aman. Jadi untuk masyarakat Kota Palu diimbau untuk tidak panic buying, tidak membeli secara berlebihan, belilah secukupnya sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi