RADAR PALU - Kemajuan sebuah negara tidak hanya diukur dari kekuatan ekonominya. Literasi dan inklusi keuangan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyiapkan Indonesia menyongsong Indonesia Emas.
Hal tersebut ditekankan oleh Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, dalam kegiatan talkshow yang digelar bersama Pegadaian di Palu Grand Mall (PGM), belum lama ini.
Menurut Bonny sapaan akrabnya, sebagai otoritas yang mengatur dan mengawasi seluruh industri jasa keuangan, OJK memiliki tanggung jawab mendorong terciptanya stabilitas sistem keuangan.
Sekaligus memastikan masyarakat berkembang seiring dengan kemajuan negara. Dalam konteks menuju Indonesia Emas, OJK kata dia menekankan dua parameter utama, yakni literasi keuangan dan inklusi keuangan.
“Literasi keuangan itu bagaimana masyarakat mengetahui produk dan layanan dari sektor jasa keuangan. Kalau inklusi keuangan, bagaimana masyarakat menggunakan produk tersebut,” ujar Bonny, Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, target inklusi keuangan nasional pada Indonesia Emas berada di kisaran 95 hingga 98 persen.
Artinya, hampir seluruh masyarakat Indonesia diharapkan telah menggunakan produk keuangan formal, seperti tabungan, deposito, asuransi, hingga tabungan emas.
Bonny menambahkan, kemajuan negara tidak akan ideal apabila masyarakatnya belum mampu memanfaatkan produk keuangan dengan baik.
"Karena itu, peningkatan literasi dan inklusi keuangan harus berjalan secara beriringan" tutupnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi