RADAR PALU - Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah, Margie Lestari, mengungkapkan bahwa hingga periode Januari–November 2025, nilai perdagangan daerah ini mencapai Rp30.180 juta.
Sementara itu, nilai ekspor juga tercatat mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Untuk nilai ekspor sendiri meningkat dari Rp7.480 juta pada tahun 2020 menjadi Rp21.337 juta pada tahun 2024 dengan pertumbuhan sebesar 29,23 persen,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah, Margie Lestari, SH saat ditemui di ruangannya pada Senin (2/2/2026).
Kata dia, pada Januari 2025 nilai ekspor tercatat sebesar Rp19.976 juta atau mengalami kenaikan sekitar 3,64 persen.
Selain itu, neraca perdagangan Sulawesi Tengah tetap berada dalam kondisi surplus secara konsisten sejak tahun 2022 hingga 2025.
Margie menjelaskan, peningkatan ekspor tersebut didorong oleh bertumbuhnya kawasan industri di Sulawesi Tengah yang mayoritas berorientasi ekspor.
Kawasan industri dinilai menjadi faktor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap tingginya pencatatan nilai ekspor daerah.
“Rata-rata industri yang ada memang orientasinya ekspor. Itu yang membuat ekspor kita meningkat cukup signifikan,” jelasnya.
Saat ini, Sulawesi Tengah tercatat berada di peringkat keempat secara nasional dalam kontribusi terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia.
Komoditas utama ekspor daerah ini adalah produk besi baja yang secara nilai masih mendominasi dibandingkan komoditas lainnya.
Produk besi tersebut berasal dari kawasan industri Morowali dan dipasarkan ke berbagai negara. Dalam satu kali pengapalan oleh satu perusahaan, volume ekspor besi dapat mencapai ribuan ton.(rna)
Editor : Mugni Supardi