RADAR PALU - Bank Syariah Indonesia (BSI) terus menggencarkan sosialisasi literasi haji kepada masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini.
Sosialisasi tersebut dilakukan sebagai respons atas panjangnya masa antrean haji yang terus meningkat setiap tahun.
Branch Manager BSI Cabang Palu, Ahmad Yani M, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan informasi menyeluruh terkait pemahaman berhaji, fasilitas haji, serta pentingnya kesiapan finansial masyarakat.
“Kami melihat masih banyak lingkungan ASN sendiri yang belum mendapatkan pemahaman secara utuh terkait haji. Karena itu BSI mencoba lebih masif mensosialisasikan kembali, agar Bapak-Ibu baik yang hadir maupun yang di rumah memiliki informasi yang cukup,” ujar Ahmad Yani dalam pemaparannya beberapa waktu lalu.
Ahmad Yani menjelaskan, BSI merupakan bank syariah hasil penggabungan tiga entitas, yakni Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah, yang resmi berdiri pada Februari 2021 dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
“Saat ini BSI sudah menjadi bank yang cukup besar dan Alhamdulillah telah diresmikan sepenuhnya menjadi bank milik negara,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Ahmad Yani menyoroti persoalan utama penyelenggaraan haji di Indonesia, yakni panjangnya antrean keberangkatan.
Berdasarkan data Kementerian Agama, kuota haji nasional sekitar 221 ribu jamaah per tahun, sementara jumlah pendaftar mencapai 600 ribu jamaah per tahun.
“Di Sulawesi Tengah sendiri masa antrean haji sudah mencapai rata-rata 21 hingga 25 tahun. Untuk Kota Palu pada tahun 2025, kuota hanya sekitar 593 jamaah, sementara pendaftarnya lebih dari 12 ribu orang,” ungkapnya.
Ia menegaskan, menunda pendaftaran haji satu tahun saja dapat berdampak pada penambahan masa tunggu hingga tiga tahun. Selain antrean, biaya haji juga mengalami tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Selain itu, Ahmad Yani juga mengungkapkan tren gagal berangkat haji yang masih terjadi setiap tahun. Penyebab utamanya antara lain ketidaksiapan pelunasan biaya haji, masalah kesehatan, dokumen yang tidak lengkap, serta kondisi pribadi jamaah.
“Banyak calon jamaah yang saat mendaftar sudah menyetor awal, tapi ketika tiba masa pelunasan belum siap karena dana terpakai untuk kebutuhan lain,” katanya.
Untuk itu, BSI mendorong masyarakat agar memiliki niat yang kuat dan serius dengan mulai membuka Tabungan Haji BSI sebagai langkah awal perencanaan ibadah haji.
“Kalau kita serius ingin berhaji, minimal kita buka rekening tabungan haji terlebih dahulu. Dari situ kita bisa menyiapkan dana secara bertahap dan terencana,” tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi