RADAR PALU – Pemerintah Kota Palu memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Zulkifli, usai melakukan serangkaian pendataan serta inspeksi mendadak (sidak).
Zulkifli menjelaskan, kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya masih tersedia dengan cukup di pasaran. Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya melakukan pendataan langsung hingga ke tingkat distributor, sekaligus melaksanakan sidak.
“Memang kemarin kami lagi melakukan pendataan di tingkat-tingkat distributor. Selain pendataan, kami juga melaksanakan sidak di tingkat distributor,” ujar Zulkifli saat ditemui, Kamis (18/12/2025).
Selain menyasar distributor bahan pokok, Pemkot Palu juga melakukan sidak di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya yang berada di jalur mudik. Sidak ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh komponen pendukung kebutuhan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru.
“Ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Palu melalui dinas terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat tersedia,” jelasnya.
Dalam rangka menjaga stabilisasi harga dan menyambut Natal dan Tahun Baru, Pemkot Palu turut menggelar operasi pasar murah. Operasi pasar ini dilaksanakan dengan dua metode, yakni pasar murah menggunakan tenda seperti biasa serta pasar murah bergerak menggunakan mobil yang dikenal dengan nama Gadenolumako.
“Gadenolumako ini pasar bergerak atau berjalan. Kami laksanakan di beberapa gereja di Kota Palu,” ungkap Zulkifli.
Pelaksanaan pasar murah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Palu dengan Bank Indonesia, Bulog, serta Dinas Pertanian. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan digelar kegiatan Warkop TPID di pasar yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.
“Rencananya kita laksanakan di dua pasar, yakni Pasar Manonda dan Pasar Masomba, sebelum Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Zulkifli menegaskan, seluruh kegiatan tersebut bertujuan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru sekaligus menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di Kota Palu.
Di sisi lain, Disperindag Kota Palu bersama Satgas Pangan dan Satgas LPG juga melakukan sidak di pasar serta pangkalan LPG. Sidak ini dilakukan menyusul masih ditemukannya pangkalan yang menjual LPG di atas harga yang telah ditetapkan.
“Ada pangkalan yang bandel. Kita sudah berikan sanksi. Pertama kita kurangi kuota LPG-nya,” tegasnya.
Selain pengurangan kuota, sanksi lainnya berupa penukaran tabung LPG 3 kilogram dengan tabung LPG 12 kilogram. Jika pelanggaran terus berlanjut, pangkalan tersebut terancam ditutup.
Dalam sidak tersebut, petugas juga menemukan adanya LPG dari luar kuota daerah yang dijual di pasar menggunakan kendaraan. Temuan ini langsung ditindaklanjuti bersama tim Satgas LPG.
Zulkifli mengungkapkan, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer yang ditemukan di lapangan berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per tabung. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) sesuai keputusan gubernur berada jauh di bawah harga tersebut.
Terkait kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan barang, Zulkifli menegaskan tidak ada alasan untuk melakukan panic buying. Pasokan bahan pokok ke Kota Palu dinilai lancar dan stabil, kecuali jika terjadi kendala cuaca ekstrem.
“Kendala pasokan biasanya hanya karena cuaca, seperti longsor di daerah penghasil cabai atau tomat. Tapi itu selalu kami koordinasikan dengan dinas terkait,” jelasnya.
Ia menambahkan, pasokan bawang yang berasal dari Enrekang dan Bima juga berada dalam kondisi aman. “Stok bawang cukup sampai pergantian tahun,” pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi