RADAR PALU – Upaya menjaga keberlanjutan ekosistem sidat tropis di Danau Poso kian diperkuat. Sebanyak 5.000 ekor sidat atau setara 200 kilogram dilepasliarkan dalam kegiatan restocking di Kawasan Wisata Siuri, Kamis (11/12). Aksi konservasi skala besar ini menjadi yang terbesar di Sulawesi dan digagas sebagai langkah strategis memperkuat stok alam sekaligus memperluas kolaborasi multipihak dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan.
Deputy Secretary-General SEAFDEC, Koichi Tahara, menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Poso, APINDO Sulawesi Tengah, dan seluruh pihak yang menginisiasi program ini. Ia menegaskan bahwa Danau Poso merupakan salah satu ekosistem sidat tropis paling vital di Asia Tenggara, sehingga restocking menjadi intervensi penting untuk menjaga keberlanjutannya.
“Restocking seperti ini adalah kunci memastikan sidat tetap lestari sekaligus mendukung pemanfaatan yang berkelanjutan,” ujar Tahara.
Baca Juga: Puluhan Disabilitas Hadir di Sigi, Suarakan Komitmen untuk Daerah yang Lebih Inklusif
Mewakili Bupati Poso, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Poso, H. Sukimin, menekankan bahwa keberlanjutan sidat sangat ditentukan oleh kualitas ekosistem Danau Poso sebagai habitat utama siklus hidup sidat.
“Pemkab Poso berkomitmen menjaga kelestarian Danau Poso dan memastikan pemanfaatan sumber daya dilakukan secara bertanggung jawab, mempertimbangkan aspek ekologis dan keberlanjutan,” ujarnya. Ia menambahkan, sidat merupakan potensi ekonomi unggulan Poso yang hanya dapat berkembang jika ekosistemnya tetap terjaga.
Dari sisi industri, Ketua DPP APINDO Sulteng, Wijaya Chandra, menilai restocking berada di titik krusial antara konservasi dan tekanan pasar global. Berdasarkan data APINDO, permintaan ekspor sidat mencapai 120 ton per bulan dari pasar China dan Vietnam. Kondisi ini, katanya, membuat keberlanjutan stok alam menjadi kepentingan ekologis sekaligus kebutuhan bisnis jangka panjang.
Baca Juga: Relawan Muda KPKP-ST Serukan Ruang Aman bagi Remaja Perempuan
“Restocking adalah strategi menurunkan tekanan eksploitasi dan menguatkan fondasi industri sidat berkelanjutan di Poso,” tegasnya.
Kegiatan bertajuk Restocking Today, Sustaining for The Future – Eel Restocking Activity in Lake Poso ini dihadiri pemerintah daerah, lembaga teknis, aparat keamanan, organisasi masyarakat, sektor usaha, hingga tim riset internasional.
Restocking skala besar ini diharapkan menjadi tonggak penting menjadikan Poso sebagai pusat ekonomi sidat berkelanjutan di Indonesia, sekaligus memastikan Danau Poso tetap menjadi ekosistem kunci bagi kelangsungan sidat tropis di masa mendatang.(*)
Editor : Rony Sandhi