RADAR PALU — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali mengoperasikan SPBU 74.907.03 Lasitae di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, setelah melalui proses renovasi dan perbaikan menyeluruh selama satu tahun.
Pembukaan kembali ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas dan keamanan layanan energi bagi masyarakat.
Operasional SPBU sebelumnya sempat dihentikan setelah ditemukannya ketidaksesuaian takaran pada dispenser pengisian BBM.
Temuan ini diidentifikasi melalui pemberitaan publik dan ditindaklanjuti oleh Pertamina Patra Niaga Sulawesi bersama Dinas Metrologi.
Hasil pengecekan lapangan menunjukkan adanya kekurangan takaran, sehingga SPBU diwajibkan melakukan pembenahan fasilitas, perbaikan sistem pelayanan, serta penyesuaian alat sesuai standar metrologi.
Pertamina kemudian melakukan pembinaan dan memastikan seluruh proses pemulihan berjalan sesuai ketentuan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan bahwa pembukaan kembali SPBU Lasitae merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan menjaga kualitas distribusi energi.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menyalurkan BBM sesuai standar dan peruntukannya. Bersama Dinas Metrologi, kami telah melakukan Uji Tera untuk memastikan seluruh dispenser berfungsi sesuai ketentuan. SPBU ini kini siap kembali memberikan layanan terbaik,” ujarnya.
Dengan kembali beroperasinya SPBU Lasitae, layanan akan berjalan 24 jam untuk melayani pengguna kendaraan yang melintas di pintu masuk Kabupaten Barru.
Baca Juga: Geger! Buaya Sungai Palu Masuk Rumah Warga, Warganet Syok Lihat Ukurannya
Keberadaan SPBU ini juga diharapkan memperlancar distribusi energi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh lembaga penyalur di wilayahnya memenuhi standar keselamatan, akurasi takaran, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Peningkatan tata kelola ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung stabilitas pasokan energi regional.
Pemulihan operasional SPBU Lasitae bukan sekadar pembukaan fasilitas, tetapi momentum perbaikan kepercayaan publik terhadap layanan energi.
Dalam industri yang mengandalkan akurasi takaran dan standar keselamatan, ketidaksesuaian takaran menjadi isu sensitif yang dapat menggerus reputasi lembaga penyalur.
Pertamina merespons cepat temuan tersebut dengan memberlakukan penghentian operasional, pembinaan, dan renovasi menyeluruh. Uji tera bersama Dinas Metrologi menjadi bukti bahwa proses koreksi dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi.
SPBU Lasitae kini hadir dengan sistem pelayanan yang lebih tertata, peralatan yang memenuhi standar, serta pengawasan yang diperketat. Di wilayah yang menjadi jalur strategis mobilitas ekonomi, penataan ulang layanan BBM ini memberikan dampak langsung terhadap arus transportasi barang maupun masyarakat.
Reformasi layanan SPBU Lasitae menjadi contoh bagaimana standardisasi operasional dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus memperkuat posisi Pertamina sebagai penyedia energi yang berorientasi pada kepatuhan dan keamanan layanan. ***
Editor : Talib