Wali Kota Palu yang diwakili oleh Plt Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa menegaskan pentingnya membangun semangat kewirausahaan di kalangan anak muda sebagai jawaban atas tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan sektor formal atau lapangan kerja konvensional saja. Dibutuhkan semangat kewirausahaan, semangat menciptakan peluang, bukan sekadar menunggu peluang," ujar Rahmad Mustafa pada Rabu (12/11/2025).
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam dunia usaha, mulai dari perencanaan bisnis, manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga strategi pengembangan produk yang berdaya saing.
Rahmad mengatakan, Pemkot Palu terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat, termasuk dukungan permodalan, pelatihan, pendampingan, serta kemitraan usaha.
Semua ini, katanya, sejalan dengan visi Pemkot Palu untuk mewujudkan Kota Mantap Berkelanjutan yang Akseleratif, Inovatif, dan Kolaboratif.
"Dalam visi tersebut, penguatan sektor kewirausahaan muda menjadi bagian penting dari strategi pembangunan kemandirian ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha muda sebelum mendapatkan bantuan modal dari pemerintah. Hal ini agar dukungan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran dan dimanfaatkan secara optimal.
"Sebelum mendapatkan bantuan atau pendampingan, para peserta perlu memahami literasi keuangan agar dana yang diterima dapat dikelola dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Setyo, menyampaikan bahwa pelatihan ini akan berlangsung selama beberapa hari dan ditutup langsung oleh Wali Kota Palu. Ia berharap peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan maksimal.
"Kami akan terus memantau dan memfasilitasi para peserta. Bantuan modal lima juta rupiah ini sifatnya stimulan, untuk bisa mendorong peserta agar bisa mengembangkan usahanya lebih lanjut tapi tetap berkoneksi dengan inbis untik mengawal yang kira-kira bisa difasilitasi dengan KUR," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan inkubator bisnis untuk mendampingi para peserta setelah pelatihan, termasuk membantu akses ke lembaga pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Kami ingin program ini tidak berhenti setelah pelatihan, tapi berlanjut dengan pendampingan dan pengembangan usaha. Harapannya, para peserta bisa menjadi wirausaha muda yang mandiri dan berdaya saing," harapnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi