RADAR PALU - Bank Tabungan Negara (BTN) terus memperkuat perannya dalam mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai produk pembiayaan produktif, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga ringan, serta program edukasi bagi pelaku usaha yang belum familiar dengan layanan perbankan.
Branch Manager BTN Area Palu, Sigit Sulistyo, menjelaskan bahwa selama ini banyak masyarakat masih mengenal BTN sebatas sebagai bank pembiayaan perumahan. Padahal, BTN juga memiliki berbagai produk untuk mendukung pengembangan usaha produktif.
"BTN juga punya kredit untuk usaha produktif, baik yang KUR maupun non-KUR. Memang yang paling banyak ditanyakan itu KUR karena yang suku bunganya rendah, syaratnya mudah, dan secara angsurannya juga ringan. Sebab, ada subsidi dari pemerintah," ujar Sigit Sulistyo kepada Radar Palu Jawa Pos Group saat ditemui pada Rabu (29/10/2025).
Sigit menambahkan, BTN pernah menyalurkan KUR dengan suku bunga 0 persen yang bekerja sama dengan salah satu pihak pemerintah daerah di Sulawesi Tengah. Dalam skema tersebut, bunga yang seharusnya ditanggung oleh pemohon sebesar enam persen, ditanggung oleh pihak mitra.
"Itu pernah kami jalankan dengan pejabat sebelumnya. Dan kami sudah konfirmasi dengan pejabat baru, kemungkinan program itu akan dilanjutkan, itu juga dalam bentuk KUR," jelasnya.
Menurut Sigit, meski jumlah penyaluran KUR BTN belum sebanyak bank lain, namun BTN tetap berkomitmen memberikan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Salah satu tantangan yang dihadapi kata dia, adalah keterbatasan jumlah kantor cabang yang hanya berada di tiga wilayah, yakni Palu, Poso, dan Morowali.
"Mungkin karena itu masyarakat belum terlalu mengenal produk KUR dari BTN. Tapi sebenarnya banyak juga yang mengajukan, terutama nasabah BTN yang sebelumnya sudah pernah mengambil kredit rumah dan kemudian memiliki usaha," imbuhnya.
Selain pembiayaan, BTN juga memiliki jaringan agen di berbagai perumahan yang memfasilitasi layanan perbankan, termasuk penerimaan angsuran dan pengajuan kredit.
Dalam kesempatan yang sama, Sigit menyambut baik permintaan dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Palu agar BTN ikut memberikan edukasi dan pelatihan bagi pelaku usaha.
Menurutnya, edukasi sangat penting agar pelaku UMKM tidak takut atau ragu mengajukan kredit ke perbankan.
"Banyak yang takut karena belum tahu caranya. Padahal syaratnya mudah, cukup punya usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan, serta memiliki surat keterangan usaha atau NIB," terangnya.
BTN lanjut Sigit, juga memiliki sejumlah mitra binaan yang terus didampingi sejak awal pengajuan kredit hingga tahap pemasaran produk.
Dalam berbagai kegiatan seperti Bulan Inklusi Keuangan, BTN selalu melibatkan para mitra binaannya untuk memamerkan produk-produk lokal.
"Kami ingin kehadiran BTN benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang sedang berproses untuk naik kelas," harapnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi