Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

FSPIM Gelar Rakernas Pertama, Bahas Krisis Perburuhan dan Arah Gerakan

Agung Sumandjaya • Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB
Ratusan buruh anggota FSPIM mengabadikan momen kebersamaan dalam Rakernas perdana di Bungku Timur. FOTO: DOK FSPIM
Ratusan buruh anggota FSPIM mengabadikan momen kebersamaan dalam Rakernas perdana di Bungku Timur. FOTO: DOK FSPIM

RADAR PALU - Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di Balai Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Morowali pada 13 April hingga 14 April 2026.

Rakernas ini menjadi momen bersejarah bagi FSPIM yang belum genap setahun berdiri sebagai federasi pekerja, sejak dideklarasikan pada Juli 2025.

Kegiatan berlangsung dalam sejumlah sesi yang padat. Pada hari pertama, agenda dimulai dengan pembukaan, pemaparan perkembangan organisasi sejak 2018 hingga 2026, serta pembahasan situasi pertambangan di Indonesia.

Baca Juga: Tagihan BPJS Tembus Rp6 Miliar, Sigi Temukan Banyak Data Warga Tak Valid

Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam tiga komisi, yakni komisi organisasi, komisi politik, dan komisi ideologi untuk merumuskan rekomendasi program kerja.

Memasuki hari kedua, forum melanjutkan pembahasan hasil komisi, termasuk merumuskan taktik dan strategi organisasi ke depan. Rakernas kemudian ditutup dengan pembahasan dan penetapan resolusi.

Sepanjang kegiatan, forum berlangsung dinamis dengan perdebatan aktif antar peserta. Isu yang dibahas mencakup persoalan konkret di tempat kerja, seperti pengelolaan debu di kawasan industri, hingga kritik terhadap kebijakan efisiensi perusahaan yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sejumlah perusahaan, seperti PT MIM, RJS, GNI, serta berakhirnya kontrak kerja di PT MTI.

Baca Juga: Srikandi dari Morut Hj Warda Ikut ‘Digembleng’ Bersama Elite DPRD Se-Indonesia di Kampus Akmil, Magelang

Perdebatan juga sempat menyentuh arah keterlibatan organisasi dalam politik yang lebih luas, termasuk sikap menghadapi pemilu. Namun, forum sepakat untuk tidak melanjutkan pembahasan tersebut, dengan pertimbangan belum adanya partai politik yang dinilai serius memperjuangkan kepentingan buruh. FSPIM pun memilih fokus pada penguatan organisasi dan perluasan basis di berbagai daerah.

Ketua Umum FSPIM, Komang Jordi Segara, mengatakan Rakernas ini menjadi ajang konsolidasi gagasan sekaligus penguatan organisasi.

“Rakernas pertama ini menjadi momentum untuk menyatukan perspektif dan menghimpun kekuatan buruh agar kerja organisasi ke depan lebih terukur dan sistematis,” ujarnya.

Baca Juga: Bazar Emas Pegadaian di HUT ke-62 Sulteng Dorong Transaksi dan Akses Investasi Masyarakat

Ia menambahkan, forum juga membahas pembagian tugas dan fungsi di setiap tingkatan struktur organisasi, mulai dari pusat hingga basis, guna memastikan program berjalan selaras. Selain itu, dinamika perburuhan terkini dan persiapan menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) turut menjadi perhatian.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakernas, Ade Novit, menyebut keberhasilan kegiatan tidak lepas dari kerja kolektif panitia.

“Rakernas kali ini terasa sangat membumi. Ini berkat kerja sama semua pihak, mulai dari perlengkapan, dokumentasi, keamanan hingga konsumsi. Semua berperan penting,” katanya.

Ia berharap hasil Rakernas dapat memperkuat langkah FSPIM dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh ke depan. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
#tambang Morowali #buruh #Serikat Pekerja #serikat buruh