RADAR PALU – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu ketahanan energi, Anggota DPRD Kota Palu dari Komisi B, Nurhalis Nur, memilih menunjukkan dukungannya melalui tindakan sederhana. Ia meninggalkan kebiasaan menggunakan kendaraan bermotor untuk perjalanan menuju kantor dan beralih berjalan kaki maupun bersepeda.
Bagi Nurhalis, penghematan energi tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan atau kampanye. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang dapat dicontoh masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan kampanye penghematan energi yang saat ini terus didorong pemerintah di berbagai tingkatan. Di tengah kekhawatiran terhadap tantangan energi global pada masa mendatang, penggunaan energi secara bijak dinilai menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Pemkot Palu Perketat Pengawasan Kelurahan, Pastikan Warga Tak Terabaikan
Nurhalis mengatakan kebiasaan berjalan kaki sebenarnya telah lama menjadi bagian dari rutinitas hidupnya. Selama tujuh hingga delapan tahun terakhir, ia rutin berjalan kaki setiap hari, terutama setelah menunaikan salat Subuh.
“Kalau ada waktu luang, saya bahkan bisa berjalan hingga 20 kilometer dengan waktu tempuh sekitar empat jam. Baik di Palu maupun di luar daerah, saya tetap menjaga rutinitas tersebut,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Berawal dari Instruksi Kampanye Hemat Energi
Nurhalis menjelaskan, keputusan berjalan kaki menuju kantor bermula dari instruksi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada kader dan pejabat publik partai agar menjadi pelopor dalam gerakan penghematan energi.
Menurut dia, instruksi tersebut menjadi dorongan untuk menunjukkan bahwa upaya penghematan energi dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Setelah sempat beberapa kali berjalan kaki menuju kantor dan menarik perhatian masyarakat, Nurhalis kemudian mulai menggunakan sepeda sebagai moda transportasi harian.
“Tujuannya tetap sama, yakni menjadi pelopor penghematan energi dan ketahanan energi, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun kantor,” katanya.
Disiplin Waktu dan Menjaga Kebugaran
Selain mengurangi penggunaan bahan bakar, kebiasaan bersepeda juga memberikan manfaat lain bagi aktivitasnya sebagai wakil rakyat. Ia mengaku harus mengatur waktu lebih disiplin agar tetap dapat menghadiri rapat dan agenda kedinasan tepat waktu.
Baca Juga: Harga Sawit Petani Turun Saat CPO Dunia Naik, Satgas Pangan Usut Dugaan Kartel
Biasanya, Nurhalis berangkat lebih awal sehingga memiliki waktu untuk beristirahat sejenak setelah tiba di kantor sebelum mengikuti rapat atau sidang.
“Biasanya saya datang lebih awal. Ada waktu untuk pendinginan, mandi, kemudian mengenakan pakaian dinas sebelum rapat dimulai,” ujarnya.
Menurut dia, kebiasaan tersebut justru membuat dirinya lebih teratur dalam mengelola waktu kerja sehari-hari.
Dekat dengan Warga di Sepanjang Perjalanan
Aktivitas berjalan kaki dan bersepeda juga membuka ruang interaksi yang lebih luas dengan masyarakat. Dalam perjalanan menuju kantor, Nurhalis kerap bertemu warga yang menyapa, berjabat tangan, hingga berbincang mengenai berbagai persoalan di lingkungan mereka.
Ia mengaku respons yang diterima sejauh ini cukup positif. Keluarga, rekan kerja, maupun masyarakat sudah mengenal kebiasaannya sehingga tidak merasa heran melihatnya bersepeda atau berjalan kaki menuju kantor.
“Sepanjang perjalanan saya sering bertemu warga, saling menyapa, berjabat tangan, bahkan singgah sejenak untuk berbincang dengan masyarakat,” ungkapnya.
Terkait anggapan sebagian pihak yang menilai aktivitas tersebut sebagai pencitraan, Nurhalis memilih menghormati berbagai pandangan yang berkembang.
“Semua orang berhak memberikan penilaian. Tugas kami menjelaskan alasannya. Ini merupakan bentuk dukungan terhadap instruksi penghematan energi dan saya memang mampu melakukannya karena sudah menjadi kebiasaan,” jelasnya.
Menurut Nurhalis, semangat penghematan energi tidak hanya diterapkan saat berangkat ke kantor, tetapi juga di lingkungan keluarga melalui penggunaan listrik dan air secara efisien.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mulai menerapkan kebiasaan hemat energi dari lingkungan rumah tangga. Langkah kecil tersebut, kata dia, dapat menjadi kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan energi pada masa mendatang.
“Ayo bersama-sama mendukung upaya penghematan energi. Mulailah dari hal-hal sederhana di rumah dan lingkungan sekitar kita untuk menjaga ketahanan energi ke depan,” pungkasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin