RADAR PALU - Kualitas Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair yang dihasilkan Donggi Senoro LNG (DSLNG) tetap terjaga kualitasnya dan telah diakui internasional. Hal itu, tidak lepas dari Laboratorium DSLNG yang sudah mendapat sertifikat ISO/IEC 1705:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Mendapatkan sertifikat ISO/IEC tidak segampang membalikan telapak tangan. Butuh proses panjang. Sejak mulai didaftarkannya akreditasi pada tahun 2015, sertifikat ISO/IEC baru didapatkan lima tahun kemudian. Tahun 2020 tepatnya.
Sertifikat ISO/IEC terus dipertahankan. Dan di tahun 2025 akreditas ini terus dipertahankam dan berlaku sampai tahun 2030 mendatang. Proses panjang mendapatkan pengakuan internasional itu dipaparkan Laboratorium Supervisor DSLNG, Moh Taufiq pada sharing session IPA CONVEX 2026, yang berlangsung di ICE CBD, Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2020).
Baca Juga: DLH Akui Kebijakan ASN Naik Angkutan Umum Pengaruhi Kualitas Udara
Dijelaskan Taufiq, persyaratan umum dari akreditasi ini mencakup kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Termasuk manajemen dan sisi teknisnya.
"Kesemuanya diverifikasi langsung oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang memiliki keahlian sesuai kompetensi yang dinilai," sebut Taufiq yang didampingi Junior Realibility Enginer, Indah Fitriyani Abdullah.
Lanjut dia, akreditasi dari KAN ini sangat berperan dalam menjamin keandalan hasil uji laboratorium DSLNG. Antara lain, laboratorium mampu memberikan hasil analisis yang valid dan andal. Kemudian, pihaknya bekerja secara konsisten sesuai sistem manajemen mutu yang diatur oleh standar akreditas ini.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Swasembada Pangan Jadi Program Utama Pemerintah
"Yang mana, kita harus menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, agar kita dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan," ungkapnya.
Bagi DSLNG, sertifikat ISO/IEC sama dengan pengakuan nasional maupun internasional terhadap data laboratoriumnya. Dia juga merinci, apa itu ISO/IEC 1705:2017. ISO adalah International Organization for Standardization. Sedangkan IEC adalah International Electron Technical Commission, kemudian
1705 adalah nomor standar untuk laboratorium penguji dan kalibrasi. Dan 2017 yakni tahun revisi terakhir dari standar yang berlaku.
"Sehingga ISO/IEC 1705:2017 adalah standar internasional yang akreditasinya dipercayakan kepada KAN, sehingga kualitas dari uji laboratorium kami benar-benar dapat dipercaya secara global," kata Taufiq.
Adapun manfaat dari akreditasi ini, dirasakan baik dari perusahaan, laboratorium maupun pelanggan. Dari sisi perusahaaan, manfaatnya adalah meningkatnya kepercayaan dan kepuasan pelanggan, juga membangun reputasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sementara untuk laboratorium, tata kelola yang baik dan pengurangan risiko serta perbaikan secara keberlanjutan dapat diterapkan.
"Sedangkan pembeli, juga jadi lebih percaya bahwa hasil lab yang kita keluarkan adalah hasil yang akurat, sehingga sesuai dengan skema penjualan dari DSLNG," tegasnya.
Salah satu implementasi ISO/IEC 1705:2017 yang diterapkan di laboratorium DSLNG, yakni dengan melakukan audit internal berkala. Audit dilakukan dalam tiga bulan sekali. Sehingga dalam setahun ada empat kali audit internal dilakukan.
Audit dilakukan pada aktifitas pengujian LNG, pengendalian dokumen, kompetensi personel, pengendalian peralatan, kontrol kualitas, catatan teknis serta implementasi imparsialitas dan manajemen risiko.
"Hasil audit internal ini, kita dokumentasikan dan kita gunakan sebagai dasar manajemen lab. Ketidaksesuaian hasil audit, akan kita tindaklanjuti melalu corrective action," jelasnya.
DSLNG kata Taufiq, memandang penting peran Laboratorium, karena dampak luaran dari uji laboratorium sangat besar bagi penjualan LNG. HHV atau higher heating value merupakan standar bayar penjualan LNG. Artinya, yang dihitung adalah seberapa besar energi dari LNG yang diproduksi.
"Nah, perhitungan dari HHV itu sangat dipengaruhi oleh komposisi gas. Komposisi gas itu lah yang kita jamin mutunya lewat hasil laboratorium," paparnya.
Dengan ISO/IEC 17025:2017 yang dikantongi Laboratorium DSLNG, menjadi penting untuk mendukung kepercayaan customer LNG, bahwa hasil uji adalah sesuai dengan apa yang dijual dan dibayarkan.
Walaupun, sertifkat ISO/IEC 17025:2017 bukan kewajiban bagi sebagian customer, namun ini menjadi wujud komitmen dari DSLNG kepada pembeli, bahwa perusahaan kami dapat dipercaya," tandas Taufiq.
Untuk diketahui, LNG yang diproduksi DSLNG dikirim kepada sejumlah pembeli dari luar negeri seperti Jepang, Korea dan sejumlah negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Sebagian lainnya juga dipasok untuk kebutuhan dalam negeri melalui PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT PLN (Persero). Hal ini guna memperkuat kebijakan transisi energi di Indonesia.
Di tahun 2025, alokasi yang diberikan DSLNG kepada kedua perusahaan gas tersebut sebanyak lima kargo LNG. Masing-masing dua kargo untuk PT PGN dan tiga kargo untuk PT PLN. Adapun setiap kargonya berkapasitas 135 ribu meter kubik LNG.
TerpisahSVP Business Support PT Medco E&P Indonesia, Iwan Prajogi, menegaskan bahwa gas masih menjadi andalan transisi energi Indonesia. Medco yang juga pemegang saham mayoritas PT DSLNG, berkomitmen menjadi perusahaan energi terintegrasi.
"Olehnya, kami terus memperkuat portofolio gas domestik, sekaligus membangun fondasi digital untuk mendukung operasi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tandasnya. (*)
Editor : Agung Sumandjaya