Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Wakaf Baitul Asyi Cair Lagi, Jemaah Aceh Terima Rp9,2 Juta

Muhammad Awaludin • Minggu, 17 Mei 2026 | 07:55 WIB
Jemaah haji asal Aceh menerima dana kompensasi Wakaf Baitul Asyi di Makkah.(Kemenhaj)
Jemaah haji asal Aceh menerima dana kompensasi Wakaf Baitul Asyi di Makkah.(Kemenhaj)

 

RADAR PALU - Wakaf Baitul Asyi kembali menjadi perhatian saat ribuan jemaah haji asal Aceh menerima dana kompensasi sebesar 2.000 Riyal atau sekitar Rp9,2 juta per orang. Dana itu dibagikan di Makkah kepada 5.426 jemaah Aceh musim haji 1447 H/2026 M. 

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Nazir Waqaf Baitul Asyi, Dr. Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu, di wilayah Jarwal, Makkah, Selasa (12/5/2026). Total dana yang disalurkan tahun ini mencapai 11,2 juta Riyal. 

Menurut Syaikh Baltu, dana tersebut berasal dari pengelolaan aset wakaf peninggalan Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak Asyi. Wakaf yang sudah berusia lebih dari 220 tahun itu masih terus memberikan manfaat bagi warga Aceh yang datang berhaji. 

Baca Juga: Habib Bugak Asyi dan Wakaf Haji Aceh yang Bertahan 2 Abad

“Wakaf ini dijaga oleh Allah dan Kerajaan Arab Saudi. Sebagai pihak yang diberi amanah, kami terus menyalurkan hak ini kepada mereka yang layak menerimanya, yakni warga Aceh yang datang berhaji,” ujar Syaikh Baltu kepada tim Media Center Haji di Makkah. 

Mengapa Wakaf Baitul Asyi Jadi Sorotan? 

Wakaf Baitul Asyi bukan sekadar bantuan tunai biasa. Wakaf ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan jemaah haji asal Aceh di Tanah Suci. 

Awalnya, sesuai ikrar wakaf, jemaah Aceh berhak mendapatkan penginapan gratis di tanah wakaf tersebut. Namun kini, hotel-hotel milik wakaf disewakan secara komersial. Keuntungan dari pengelolaan itu kemudian dibagikan kembali kepada jemaah dalam bentuk uang tunai. 

Baca Juga: 1.751 Jemaah Haji Sulteng Siap Berangkat, Visa Rampung

Program pembagian kompensasi ini ternyata sudah berjalan selama 11 tahun terakhir. Total dana yang telah disalurkan bahkan disebut mencapai lebih dari 100 juta Riyal. 

Wakaf tersebut diikrarkan oleh Habib Bugak Asyi pada tahun 1224 Hijriah atau 1809 Masehi di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Makkah. Hingga sekarang, asetnya terus berkembang dan menjadi salah satu wakaf Indonesia yang paling dikenal di Arab Saudi. 

Nilai aset Wakaf Baitul Asyi saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta Riyal atau sekitar Rp5,2 triliun. Aset itu berupa sejumlah bangunan strategis di sekitar Masjidil Haram. 

Di antaranya adalah Hotel Ajyad, gedung 25 lantai yang berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Haram. Ada pula Menara Ajyad setinggi 28 lantai yang berada sekitar 600 meter dari kawasan masjid. 

Kedua bangunan tersebut memiliki kapasitas lebih dari 7.000 orang dan dilengkapi berbagai fasilitas modern. 

Baca Juga: BPBD Sulteng Pastikan Situasi Aman Usai Gempa 4,8 Magnitudo Guncang Sigi

Respons dan Harapan untuk Jemaah Aceh 

Bagi banyak jemaah, dana Wakaf Baitul Asyi menjadi bantuan tambahan yang cukup berarti selama menjalankan ibadah haji. Terlebih, mayoritas jemaah Aceh tahun ini masuk dalam gelombang kedua yang langsung diterbangkan menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. 

Provinsi Aceh sendiri memberangkatkan 5.426 jemaah yang terbagi dalam 14 kelompok terbang atau kloter. Jumlah itu membuat pembagian dana wakaf tahun ini kembali menjadi perhatian publik, termasuk di media sosial. 

Selain nilai bantuannya, kisah tentang wakaf berusia ratusan tahun yang masih terus dirasakan manfaatnya juga memunculkan rasa kagum dari banyak masyarakat. Tidak sedikit yang melihatnya sebagai bukti bagaimana sebuah wakaf dapat terus berkembang dan memberi manfaat lintas generasi. 

Pihak pengelola berharap dana kompensasi tersebut digunakan sebaik mungkin untuk mendukung kebutuhan ibadah para jemaah selama berada di Tanah Suci. 

Di tengah biaya perjalanan dan kebutuhan selama haji yang tidak sedikit, bantuan dari Wakaf Baitul Asyi menjadi cerita tersendiri bagi jemaah Aceh tahun ini. Tradisi panjang yang dimulai lebih dari dua abad lalu itu pun masih terus hidup hingga sekarang.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Jemaah Haji 2026 #Habib Bugak Asyi #Wakaf Baitul Asyi #haji aceh #Makkah