Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

“Kentung” 922 Kg, Sapi Raksasa Asal Palu Terpilih Jadi Kurban Presiden Prabowo Subianto

MOH FATHAHILA (MAGANG) • Kamis, 30 April 2026 | 12:08 WIB
Sapi “Kentung” dengan bobot 922 kilogram milik peternak Palu, Sutran Indah Hariyono, terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto. FOTO: RAFFY/JAWA POS RADAR PALU
Sapi “Kentung” dengan bobot 922 kilogram milik peternak Palu, Sutran Indah Hariyono, terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto. FOTO: RAFFY/JAWA POS RADAR PALU

RADAR PALU – Kebanggaan menyelimuti warga Kota Palu setelah seekor sapi jenis simental-limosin milik peternak lokal, Sutran Indah Hariyono, terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.

Sapi bernama “Kentung” itu memiliki bobot fantastis mencapai 922 kilogram, menjadikannya salah satu sapi terberat di Sulawesi Tengah.

Kentung dipelihara oleh Sutran selama kurang lebih satu tahun enam bulan dengan perawatan yang disiplin dan konsisten.

Baca Juga: Daftar Gubernur Terbaik Versi Anak Muda: Sherly Tjoanda Nomor Satu, Anwar Hafid Posisi Keenam

“Kalau perawatannya yang penting konsisten. Pagi dikasih makan ampas campur konga, sore sekitar jam lima baru hijau-hijauan,” ujar Sutran, Senin (27/04).

Bobot terakhir Kentung ditimbang pada awal bulan ini dan mencapai 922 kilogram.

 Sutran mengungkapkan, berdasarkan perbandingan dengan sapi lain di wilayah Sulawesi Tengah, ternaknya menjadi yang paling unggul dari segi berat.

Baca Juga: Desa Wajib Punya Operator Data, Gus Ipul: Tak Boleh Ada Kepala Daerah “Buta” Data Kemiskinan

“Setelah ditimbang dan dibandingkan, sementara ini punya saya yang paling berat,” katanya.

Kabar terpilihnya Kentung sebagai hewan kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sutran. Ia mengaku tidak menyangka sapi peliharaannya bisa dilirik hingga tingkat nasional.

“Senang sekali. Tidak semua orang bisa berhasil memelihara sapi sampai dibeli oleh orang nomor satu di Indonesia. Ini satu kebanggaan,” ungkapnya.

Baca Juga: Dilan ITB 1997 Resmi Tayang Hari Ini, Pencarian Langsung Melonjak di Google

Rencananya, sapi tersebut akan disembelih di Masjid Raya Kota Palu pada momen Iduladha mendatang. Nilai jual Kentung disebut-sebut mencapai sekitar Rp135 juta.

Sutran sendiri telah lama berkecimpung di dunia peternakan sapi, bahkan sejak sebelum bencana gempa melanda Kota Palu. Meski sempat mengalami kesulitan akibat kerusakan kandang, ia tetap bertahan dan terus mengembangkan usahanya.

Nama “Kentung” diambil dari bahasa Jawa yang menggambarkan sosok bertubuh besar dan gemar makan, sesuai dengan karakter sapi tersebut.

Ia berharap, keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi peternak lain di Kota Palu untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka.

“Harapannya bisa memotivasi peternak lain. Bahwa kita juga bisa, bahkan sampai dihargai tinggi dan dipilih presiden,” tutupnya. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
#peternakan sapi #sapi asal palu #pilihan presiden #sapi kurban