Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Cahaya Aneh di Langit Indonesia, Dipastikan dari Roket Tiongkok Jielong-3

Mugni Supardi • Minggu, 12 April 2026 | 10:40 WIB
Informasi penelusuran jadwal peluncuran roket global.(Instagram/@infoastronomy)
Informasi penelusuran jadwal peluncuran roket global.(Instagram/@infoastronomy)

 
RADARPALU - Fenomena cahaya aneh yang terlihat di langit Indonesia pada malam 11 April 2026 dipastikan bukan rudal atau benda berbahaya. Objek tersebut merupakan efek dari peluncuran roket Jielong-3 (Smart Dragon 3) milik Tiongkok.

Fenomena ini sempat viral di media sosial. Salah satu unggahan dari akun @infoastronomy menyebutkan bahwa objek tersebut hanyalah roket, bukan ancaman militer.

“Saking jarangnya negara kita punya misi luar angkasa, kita jadi bingung dan was-was ketika ada roket negara lain yang lewat langit kita. Iya, objek aneh yang terlihat semalam itu cuma roket,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: Penyalahgunaan Wewenang, Kepala Sekretariat Komnas HAM Sulteng Dicopot

Akun itu kembali menegaskan dengan kalimat santai, “Bukan rudal. Kita nggak diajak perang.” 

Informasi ini juga diperkuat dari penelusuran jadwal peluncuran roket global. Jielong-3 diketahui diluncurkan dari Yangjiang, Provinsi Guangdong, pada pukul 18.32 WIB di hari yang sama.

Roket tersebut membawa misi peluncuran satelit komunikasi dan internet komersial ke orbit rendah Bumi, sebagaimana dilaporkan media Tiongkok, CGTN.

Baca Juga: Lagi, Bapenda Palu Pasang Spanduk di Usaha Tunggak Pajak

Di sisi lain, berdasarkan penelusuran melalui Space-Track, tidak ditemukan adanya objek luar angkasa yang diprediksi melakukan re-entry (jatuh kembali ke atmosfer) di wilayah Indonesia pada rentang waktu 18.00 hingga 20.00 WIB pada 11 April 2026.

Data Space-Track menggunakan format Two-Line Element (TLE) yang menjadi standar global untuk memantau orbit objek di luar angkasa.

Hasilnya menunjukkan objek yang terlihat bukan puing jatuh, melainkan masih berada di orbit.

 

Lantas, mengapa bentuknya tampak tidak biasa?

Masih penjelasan di akun @infoastronomy bahwa fenomena tersebut terjadi saat roket memasuki fase fuel dump, yaitu proses pembuangan sisa bahan bakar setelah tahap pemisahan roket.

Gas yang dilepaskan di ketinggian tinggi akan menyebar bebas tanpa hambatan udara dan membentuk pola unik yang tampak bercahaya dari bumi.

Kondisi ini sering menimbulkan efek visual menyerupai kabut bercahaya atau “ekor” yang tidak lazim, terutama ketika terkena pantulan sinar Matahari.

Baca Juga: Al-Nassr Makin Kokoh di Puncak, Ronaldo Cetak Gol ke-968

Fenomena ini sebenarnya tergolong normal dalam dunia antariksa, meski jarang terlihat dari Indonesia sehingga kerap menimbulkan kehebohan di masyarakat.(*)

Editor : Mugni Supardi
#roket Jielong 3 #cahaya langit Indonesia #fenomena roket 11 April #space track #fuel dump roket