RADAR PALU – Pengamat otomotif sekaligus YouTuber, Ridwan Hanif Rahmadi, menyoroti minimnya informasi terkait motor listrik merek Emmo yang belakangan dikaitkan dengan penggunaan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ridwan mengaku tidak pernah menemukan jejak kehadiran merek tersebut dalam ekosistem otomotif nasional. Ia menyebut Emmo tidak pernah muncul dalam ajang pameran otomotif besar seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Indonesia International Motor Show (IIMS), maupun Jakarta Fair.
“Tidak pernah ada undangan media, press conference, atau press release. Saya juga sudah tanyakan ke rekan-rekan jurnalis otomotif, hasilnya sama tidak ada yang mengetahui,” ujar Ridwan.
Baca Juga: Indonesia Tumbangkan Australia 3-2, Sapu Bersih Grup B
Ia juga menambahkan, hingga kini belum ada unit motor listrik Emmo yang terlihat di publik atau diuji coba oleh media. Dari penelusuran yang dilakukannya melalui berbagai platform digital seperti YouTube dan Instagram, tidak ditemukan ulasan maupun dokumentasi test drive dari media otomotif mana pun.
Menurut Ridwan, lonjakan pemberitaan mengenai motor tersebut baru terjadi setelah viral di media sosial. Sebelumnya, informasi terkait Emmo sangat sulit ditemukan.
“Satu-satunya informasi yang tersedia hanya dari website dan media sosial resmi mereka. Disebutkan ada dua model dengan jarak tempuh maksimal sekitar 70 kilometer dan harga berkisar Rp48 juta hingga Rp56 juta,” jelasnya.
Baca Juga: GNI dan Arogansi Industrial: Ketika Keringat Rakyat Dianggap Sampah di Atas Tanah Sendiri
Dengan spesifikasi dan harga tersebut, Ridwan menilai pasar motor listrik nasional sebenarnya sudah memiliki banyak pilihan produk lokal yang lebih kompetitif, baik dari sisi harga maupun performa.
Ia pun menyampaikan sindiran ringan terkait minimnya informasi tersebut. “Kalau boleh dibandingkan, saat ini saya lebih paham tentang kuda dibandingkan dengan motor listrik Emmo,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi perhatian di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap transparansi pengadaan kendaraan operasional oleh instansi pemerintah. (*)
Baca Juga: Demo, Ratusan Honorer Pertanyakan Nasib ke Pemkab Donggala
Editor : Agung Sumandjaya