Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tiga Prajurit TNI Kembali Terluka di Lebanon, Indonesia Desak PBB Bertindak Tegas

Agung Sumandjaya • Sabtu, 4 April 2026 | 18:25 WIB
KONVOI: Kendaraan UNIFIL melintas di jalan utama di Qlayaa, Lebanon selatan, 27 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah. (Jawa Pos/HO Arab News)
KONVOI: Kendaraan UNIFIL melintas di jalan utama di Qlayaa, Lebanon selatan, 27 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah. (Jawa Pos/HO Arab News)

RADAR PALU - Pemerintah Indonesia kembali menyuarakan keprihatinan serius atas insiden yang menimpa personel TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan. Tiga prajurit dilaporkan mengalami luka akibat ledakan yang terjadi di wilayah El Addaiseh, Jumat (3/4).

Melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB agar segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap serangkaian serangan yang menyasar pasukan penjaga perdamaian.

Dalam pernyataan resminya, Kemlu menilai insiden tersebut bukan kejadian biasa, melainkan bagian dari rangkaian serangan berulang yang terjadi dalam waktu singkat. Bahkan, ini menjadi insiden ketiga dalam sepekan terakhir yang melibatkan prajurit Indonesia di bawah bendera PBB.

Baca Juga: Gaya Santai Pelatih Timnas Garuda, Jogging hingga Main Bola di Pantai

Indonesia menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama dan tidak bisa ditawar. Setiap bentuk serangan terhadap mereka dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan harus diusut hingga tuntas.

Selain meminta investigasi transparan, pemerintah juga mendorong adanya pertemuan negara-negara kontributor pasukan UNIFIL guna mengevaluasi sistem perlindungan dan memperkuat keamanan di lapangan, terutama di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Lebanon.

Sebelumnya, duka mendalam juga menyelimuti Indonesia setelah tiga prajurit TNI gugur dalam dua insiden berbeda. Mereka adalah Farizal Rhomadhon, Zulmi Aditya Iskandar, dan Muhammad Nur Ichwan.

Baca Juga: BPBD Parigi Moutong Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Moubang dan Pinotu

Selain korban jiwa, sejumlah prajurit lainnya turut mengalami luka-luka.

Dengan tambahan korban terbaru, total delapan personel TNI tercatat terluka selama menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Pemerintah Indonesia berharap seluruh prajurit yang terluka dapat segera pulih, sembari terus menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan pasukan di wilayah konflik yang kian memanas. (*) 

Baca Juga: Transformasi Pendidikan 2026, Guru Didorong Melek AI

Editor : Agung Sumandjaya
#Radar Palu Jawa Pos #lebanon #unifil #tni #serangan Israel