Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Mobilitas Tinggi Saat Lebaran Picu Risiko Penularan Campak

Mugni Supardi • Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:51 WIB

Ilustrasi bocah terpapar campak.
Ilustrasi bocah terpapar campak.

RADAR PALU - Peningkatan mobilitas masyarakat saat mudik dan Lebaran berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan bahwa aktivitas perjalanan dan berkumpul bersama keluarga dapat mempercepat penyebaran penyakit menular, termasuk campak.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta imunisasi kejar campak-rubella (MR) di wilayah terdampak dan berisiko.

Program imunisasi ini diberikan secara gratis di 102 kabupaten/kota dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan.

Layanan imunisasi tersedia di berbagai fasilitas, mulai dari puskesmas, posyandu, PAUD, hingga pos pelayanan mudik dan tempat ibadah di wilayah tertentu.

Kemenkes memastikan ketersediaan vaksin MR dalam kondisi aman dan mencukupi. Vaksin tersebut juga telah melalui evaluasi ketat serta memiliki izin edar dari BPOM, sehingga dinyatakan aman dan efektif.

Masyarakat diimbau untuk memastikan anak telah mendapatkan imunisasi lengkap sebelum melakukan perjalanan mudik.

Jika anak menunjukkan gejala campak, seperti demam dan ruam, orang tua disarankan menunda perjalanan serta segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penularan lebih luas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama momen Lebaran.(*)

Editor : Mugni Supardi
#Kemenkes RI #campak anak #kesehatan anak Lebaran #pencegahan campak #vaksin campak #Mudik Lebaran 2026 #imunisasi MR gratis