RADAR PALU - 1 Syawal 1447 H, ucapan “Minal Aidin Wal Faizin” kembali ramai diucapkan. Namun, banyak orang masih keliru dalam cara menjawab Minal Aidin Wal Faizin, bahkan sering membalas dengan “sama-sama”.
Saat Hari Raya Idulfitri, umat Islam saling bertukar ucapan selamat sebagai bentuk silaturahmi. Salah satu yang paling populer adalah “Minal Aidin Wal Faizin”.
Ucapan ini hampir selalu terdengar, baik saat bersalaman langsung maupun melalui pesan singkat.
Namun, di balik kebiasaan tersebut, masih banyak yang belum memahami arti dan cara menjawab Minal Aidin Wal Faizin secara tepat.
“Minal Aidin Wal Faizin” berasal dari Bahasa Arab yang mengandung doa.
“Minal Aidin” bermakna harapan agar kembali ke fitrah. Sementara “Wal Faizin” berarti menjadi golongan yang menang.
Kemenangan yang dimaksud adalah keberhasilan dalam menahan hawa nafsu selama Ramadan.
Karena itu, ucapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan doa yang penuh makna.
Karena merupakan doa, maka cara menjawab Minal Aidin Wal Faizin sebaiknya juga dengan doa.
Jawaban paling umum adalah “Aamiin”, sebagai bentuk mengamini doa tersebut.
Selain itu, bisa juga membalas dengan ucapan yang sama sebagai bentuk saling mendoakan.
Ucapan lain yang sering digunakan saat Lebaran antara lain “Taqabbalallahu minna wa minkum” yang berarti semoga Allah menerima amal ibadah kita.
Ada juga “Shiyamana wa shiyamakum” yang bermakna semoga puasa kita semua diterima.
Banyak orang terbiasa menjawab “sama-sama” saat mendengar ucapan ini.
Padahal, “Minal Aidin Wal Faizin” bukanlah ucapan terima kasih, melainkan doa.
Karena itu, jawaban “sama-sama” dinilai kurang tepat. Mengaminkan atau membalas dengan doa jauh lebih sesuai.
Tradisi saling mengucapkan doa saat Idulfitri menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Indonesia.
Selain mempererat silaturahmi, ucapan tersebut juga membawa harapan agar setiap Muslim kembali suci setelah Ramadan.
Memahami cara menjawab Minal Aidin Wal Faizin dengan benar bisa membuat momen Lebaran terasa lebih bermakna.
Di tengah hangatnya suasana Lebaran, pastikan setiap ucapan yang disampaikan dan dijawab tetap sesuai maknanya, agar silaturahmi semakin bernilai ibadah.***
Editor : Muhammad Awaludin