RADAR PALU - Menjelang Idulfitri 2026, masyarakat mulai bersiap melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Di tengah suasana tersebut, dokter spesialis penyakit dalam Prof. Dr. Zubairi Djoerban mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap campak saat mudik Lebaran.
Lebaran selalu identik dengan tradisi pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga. Namun di balik kebahagiaan itu, ada hal yang perlu diwaspadai, yakni potensi penyebaran penyakit menular.
Melalui akun Instagram pribadinya, Prof Zubairi menyebutkan bahwa saat ini terjadi peningkatan kasus campak di sejumlah daerah di Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena mobilitas masyarakat saat mudik sangat tinggi.
“Sebentar lagi kita lebaran. Banyak orang pulang kampung, sementara sekarang ada peningkatan kasus campak,” ujarnya.
Penularan Bisa Terjadi Saat Perjalanan
Campak atau morbili merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan mudah menular dari satu orang ke orang lain.
Penularan biasanya terjadi melalui batuk, pilek, atau bersin. Situasi perjalanan mudik yang penuh penumpang di bus, kereta api, atau pesawat dapat meningkatkan risiko penyebaran virus.
Karena itu, masyarakat disarankan tetap berhati-hati selama perjalanan.
Menggunakan masker, terutama saat berada di tempat ramai, dinilai dapat membantu mengurangi risiko tertular penyakit.
Baca Juga: Kargo Datang Bandara Mutiara Palu Turun 27 Persen pada H-7 Lebaran
Kenali Gejala Campak
Meski bukan dokter spesialis anak, namun ia mengingatkan campak sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa terinfeksi.
Gejala awal biasanya berupa demam tinggi. Setelah itu muncul ruam kemerahan di kulit yang biasanya dimulai dari belakang telinga, lalu menyebar ke dada hingga seluruh tubuh.
Jika anak mengalami demam tinggi disertai ruam di kulit, orang tua disarankan segera membawa anak ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan.
Vaksinasi Masih Jadi Perlindungan Terbaik
Prof Zubairi menegaskan bahwa campak saat mudik Lebaran sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi.
Vaksin yang digunakan adalah vaksin MMR, yang melindungi dari campak, gondongan, dan rubella.
Ia mengingatkan orang tua untuk memastikan anak-anak telah mendapatkan vaksin tersebut. Bagi yang belum, vaksinasi masih bisa dilakukan sebelum perjalanan mudik.
Selain anak-anak, vaksin juga dianjurkan bagi orang dewasa, terutama mereka yang lahir setelah tahun 1957.
Baca Juga: H-7 Lebaran, Penumpang Berangkat di Bandara Mutiara Palu Tembus 1.830 Orang
Tetap Sehat Saat Silaturahmi Lebaran
Lebaran adalah momen untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi dengan keluarga serta kerabat.
Namun saat berkumpul dengan banyak orang, risiko penularan penyakit juga meningkat.
Karena itu, menjaga kesehatan, menggunakan masker saat perlu, serta memastikan vaksinasi menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Dengan begitu, momen mudik dan Lebaran dapat dijalani dengan lebih aman dan nyaman bersama keluarga.***
Editor : Muhammad Awaludin