RADAR PALU - Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulawesi Tengah di Kafe Tanaris, Sabtu (7/3).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tengah. Sejumlah dokter dari berbagai fasilitas kesehatan di Palu turut hadir dalam momentum silaturahmi Ramadan tersebut.
Reny mengatakan kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang mempererat hubungan antar sesama dokter yang selama ini bekerja melayani masyarakat di berbagai lini layanan kesehatan.
Menurutnya, kekompakan dan solidaritas profesi sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Momentum buka puasa ini adalah cara merawat silaturahmi dan memperkuat kekompakan antar sesama dokter yang terhimpun dalam wadah IDI Sulteng,” kata Reny.
Ia menilai kebersamaan di antara para dokter dapat memperkuat semangat pengabdian dalam menjalankan tugas kemanusiaan di bidang kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Reny juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital di sektor kesehatan, khususnya dalam pengelolaan data di rumah sakit.
Menurutnya, digitalisasi data rumah sakit merupakan langkah strategis yang harus didorong bersama oleh pemerintah daerah dan organisasi profesi.
Dengan sistem digital yang baik, pelayanan kepada pasien akan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Selain itu, digitalisasi juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit dan tenaga medis.
Karena itu, ia berharap Ikatan Dokter Indonesia di Sulawesi Tengah dapat berperan aktif mendorong modernisasi sistem pelayanan kesehatan.
“Digitalisasi data di rumah sakit sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke pasien sekaligus memperkuat kepercayaan publik,” ujarnya.
Reny juga mengingatkan para dokter untuk terus menjaga solidaritas dan semangat pengabdian dalam melayani masyarakat.
“Semoga dokter-dokter tetap kompak dan semangat dalam melayani pasien,” harapnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung santai namun penuh makna. Para dokter tampak memanfaatkan momen Ramadan untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, sekaligus memperkuat jaringan profesional di antara sesama tenaga medis di Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin