RADAR PALU - Komika Ichal Kate menemui sejumlah jurnalis di Sekretariat Bersama (Sekber) Roemah Jurnalis, di Jalan Ahmad Yani, Kota Palu.
Kedatangan Ichal bersama sejumlah rekannya itu, guna mengklarifikasi sekaligus meminta maaf terkait dengan video unggahannya, yang menuding sejumlah media membuat berita yang tidak benar.
Berita yang dimaksud, yakni polemik hukum gugatan perdata yang dikaitkan dengan event Stand Up Comedy Tour Raim Laode di Kota Palu.
Akibat pemberitaan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Palu, di mana dirinya ikut menjadi tergugat, dinilainya sangat merugikan eventnya karena dikait-kaitkan dan disebut terancam batal.
Beberapa sponsor kata dia, terpaksa menarik diri dari event tersebut karena termakan isu akan batalnya event tersebut. Begitu pun penonton yang sudah kadung membeli tiket, beberapa di antaranya meminta pengembalian uang tiket atau refund.
Itu lah yang menjadi penyebab, dirinya membuat video terkait kekesalannya dan terbawa emosi hingga menyinggung insan media di Sulawesi Tengah yang memberitakannya. Terlebih ada beberapa media sebut dia, sama sekali tidak melakukan konfirmasi langsung kepada dirinya.
“Itu yang membuat saya merasa dirugikan. Padahal sudah beberapa kali diberitakan, kami diam saja,” kata Ichal di Sekber Roemah Jurnalis.
Menurutnya, akibat berita miring tersebut, ia mengalami kerugian material. Namun, ia juga mengakui kesalahannya dalam membuat unggahan tersebut. “Saya mengakui salah karena menyebut media-media. Tidak semua media yang saya maksud,” ungkapnya.
“Saya minta maaf kepada media-media karena sudah bikin gaduh,” tambahnya.
Sebelumnya, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah menyesalkan sikap Ichal Kate yang dinilai arogan dan menyudutkan media. Ketua AMSI Sulteng, Mohammad Iqbal, mengatakan, postingan tersebut sangat tendensius dan tidak beradab, apalagi beberapa media menyebut Ichal tidak mau merespons konfirmasi yang mereka lakukan.
“Kami memandang postingan Ichal Kate itu sangat tendensius dan tidak mengedepankan kesantunan. Tugas media memang memberitakan segala sesuatu yang sifatnya informasi. Berita-berita yang menyebut dugaan akan batalnya show Raim Laode sudah memenuhi kaidah jurnalistik, karena berisi gugatan antarpihak,” tegas Iqbal.
Menanggapi permintaan maaf Ichal, Sekretaris AMSI Sulteng, Abdee Mari, menilai kejadian ini sebagai miskomunikasi. Menurutnya, Ichal hanya tidak memahami saluran yang benar untuk menyelesaikan sengketa pers.
Saran serupa disampaikan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah, Rolis Mukhlis, dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Agung Sumanjaya, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Keduanya menyarankan Ichal Kate agar tidak terlalu emosi dalam menyikapi pemberitaan, melainkan menggunakan jalur yang tepat, seperti mengirimkan klarifikasi atau Hak Jawab kepada media yang bersangkutan.(*/agg)
Editor : Agung Sumandjaya