Program ini melibatkan dua program studi sarjana terapan, yakni Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik dan Teknologi Rekayasa Manufaktur.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., M.Eng., IPU menyampaikan bahwa kerja sama dengan PT IMIP telah berjalan cukup lama dan mencakup berbagai aspek, mulai dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), magang mahasiswa, hingga penyerapan alumni ke dunia industri.
Baca Juga: Penjualan Naik Turun, Pelaku UMKM Sambal Sesuaikan Produksi Berdasarkan Permintaan
“Peluncuran kelas hilirisasi ini seperti hadiah baru bagi kami. Dalam program ini, PT IMIP akan memberikan pembiayaan penuh kepada mahasiswa baru yang diterima di dua program studi tersebut selama masa studi maksimal delapan semester,” ujar Prof. Amar.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari transformasi pendidikan tinggi yang berdampak langsung terhadap dunia industri dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Tengah.
“Program ini mendukung penuh agenda nasional dalam penguatan hilirisasi dan mendekatkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Ini juga selaras dengan cita-cita Kemendiktisaintek untuk mewujudkan kampus berdampak,” tambahnya.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Kurban, DPKP Belum Ditemukan Sapi Terkena PMK di Palu
Rektor juga menyinggung peran penting Gubernur Sulawesi Tengah, yang turut mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui programnya seperti “Berani Cerdas”.
Sementara itu, perwakilan HRD PT IMIP, Achmanto Mendatu, menegaskan bahwa kelas hilirisasi dibentuk sebagai jawaban atas kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor industri, khususnya hilirisasi yang kini juga menjadi program strategis nasional.
“Permasalahan dalam program hilirisasi tidak hanya pada investasi, tapi juga pada ketersediaan SDM yang jumlah dan kualitasnya belum memadai. Kami di IMIP sangat merasakan tantangan itu,” ungkap Achmanto.
Baca Juga: Penjualan Naik Turun, Pelaku UMKM Sambal Sesuaikan Produksi Berdasarkan Permintaan
Menurutnya, kelas hilirisasi ini akan menjadi kelas unggulan yang fokus pada konten praktis dunia industri. Ia berharap, lulusan program ini dapat berkontribusi tidak hanya di kawasan IMIP, tetapi juga di seluruh sektor hilirisasi nasional.
“Mahasiswa yang lulus nantinya bisa berkarya di mana saja, namun harapan kami tetap pada sektor hilirisasi. Karena di situlah Indonesia sedang bertumbuh,” tegasnya.(win)
Editor : Taswin