RADAR PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu mencatat 116 kejadian gempabumi mengguncang wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya selama periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026.
Berdasarkan data resmi BMKG, aktivitas gempa masih didominasi oleh guncangan berkekuatan kecil. Dari total kejadian tersebut, 99 gempa bermagnitudo di bawah 3, sementara 17 gempa bermagnitudo 3 hingga kurang dari 5. Tidak terdapat gempa dengan magnitudo 5 atau lebih.
BMKG juga mencatat sebagian besar gempa terjadi pada kedalaman dangkal kurang dari 60 kilometer, yakni sebanyak 103 kejadian. Selebihnya berada pada kedalaman menengah 60–300 kilometer, dan tidak ditemukan gempa berkedalaman lebih dari 300 kilometer.
Secara temporal, frekuensi gempa tertinggi terjadi pada hari Kamis dengan 20 kejadian. Aktivitas gempa tersebar di sejumlah zona seismik aktif, termasuk di sekitar Patahan Palu-Koro, Teluk Tomini, dan wilayah selatan Sulawesi Tengah.
Selama periode tersebut, satu gempabumi dilaporkan dirasakan masyarakat, yakni di Pendolo, Kabupaten Poso, dengan intensitas III MMI. Getaran dirasakan di dalam rumah, namun tidak menimbulkan kerusakan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi.
Warga di wilayah rawan gempa juga diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana.***
Editor : Muhammad Awaludin