RADAR PALU– Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Sulawesi Tengah pada 2025 tercatat sebesar 2,92 persen. Angka ini menunjukkan kondisi pasar kerja yang relatif stabil secara umum.
Namun di balik angka provinsi tersebut, kesenjangan pengangguran antar kabupaten/kota masih terlihat tajam, terutama antara wilayah perkotaan dan kepulauan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat, Kota Palu menjadi daerah dengan TPT tertinggi, sementara Kabupaten Banggai Kepulauan mencatat pengangguran paling rendah di Sulawesi Tengah tahun ini.
Berdasarkan data BPS, Kota Palu mencatat TPT sebesar 5,59 persen, jauh di atas rata-rata provinsi yang berada di level 2,92 persen.
TPT
Tingginya pengangguran di Kota Palu mencerminkan tantangan wilayah perkotaan, mulai dari urbanisasi, persaingan kerja, hingga ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
Selain Kota Palu, sejumlah daerah lain juga mencatat TPT di atas rata-rata provinsi, yaitu:
Banggai Laut: 3,69 persen
Buol: 3,11 persen
Tolitoli: 3,09 persen
Banggai: 3,07 persen
Daerah-daerah tersebut dinilai masih membutuhkan penguatan sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja baru, khususnya bagi usia kerja muda.
Sebaliknya, Kabupaten Banggai Kepulauan mencatat TPT terendah di Sulawesi Tengah, yakni 1,67 persen. Angka ini menunjukkan tingkat penyerapan tenaga kerja yang relatif baik.
Daerah lain dengan TPT rendah antara lain:
Poso: 1,76 persen
Parigi Moutong: 2,10 persen
Sigi: 2,30 persen
Morowali Utara: 2,38 persen
Wilayah-wilayah ini umumnya ditopang oleh sektor pertanian, perikanan, dan aktivitas ekonomi lokal yang menyerap tenaga kerja secara langsung.
Daftar Lengkap TPT Kabupaten/Kota Sulawesi Tengah 2025
Berikut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut kabupaten/kota di Sulawesi Tengah (persen):
Sulawesi Tengah: 2,92
Banggai Kepulauan: 1,67
Banggai: 3,07
Morowali: 2,81
Poso: 1,76
Donggala: 2,78
Tolitoli: 3,09
Buol: 3,11
Parigi Moutong: 2,10
Tojo Una-Una: 2,73
Sigi: 2,30
Banggai Laut: 3,69
Morowali Utara: 2,38
Kota Palu: 5,59
BPS Sulawesi Tengah menilai perbedaan TPT antar wilayah menunjukkan perlunya strategi ketenagakerjaan yang disesuaikan dengan karakter ekonomi daerah.
Wilayah perkotaan perlu penguatan sektor jasa dan industri kreatif, sementara daerah nonperkotaan perlu didorong melalui peningkatan nilai tambah sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.
Data ini menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan penciptaan lapangan kerja yang lebih tepat sasaran.***
Editor : Muhammad Awaludin