RADAR PALU - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Pelita Mas Palu menggelar pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) XXIV tahun 2025.
Sebelumnya mahasiswa sudah mengikuti kegiatan pembekalan selama dua hari sejak Senin (29/9) hingga Selasa (30/29) yang langsung dirangkaikan dengan pelepasan mahasiswa.
Dalam KKN XXIV, STIFA Pelita Mas Palu akan menurunkan sebanyak 104 mahasiswa ke lokasi KKN di Kabupaten Banggai dan Kota Palu selama kurang lebih 40 hari.
Dari jumlah tersebut, 93 orang akan ditempatkan di Kabupaten Banggai yang terbagi di 9 Kecamatan, dan Kota Palu 9 orang yang rencananya akan memilih Kelurahan Kamonji.
Ketua Panitia Dr. Apt.Syafika Alaydrus, M.si mengatakan dalam kegiatan pembekalan mahasiswa diberikan beberapa materi seperti tentang Napza yang disampaikan oleh pihak BNN dan materi terkait kekerasan seksual serta pembulian.
"Kita juga bekali mahasiswa terkait stunting, karena sejalan dengan program pemerintah untuk mengatasi stunting pada masyarakat. Kita bekali mahasiswa dengan materi-materi tersebut agar penyampaian di masyarakat menjadi lebih baik," kata Dr. Syafika Alaydrus kepada Radar Palu.
Lanjut Dr.Syafika Alaydrus, rencananya untuk jadwal pemberangkatan akan dilakukan pada 4 Oktober 2025 mendatang, kemudian ada kegiatan penerimaan mahasiswa itu di Kantor Bupati di 6 Oktober 2025. Nantinya satu posko KKN akan ditempatkan sekitar 10 orang mahasiswa.
"Mereka di sana selama 40 hari, baliknya sekitar tanggal 19 November," singkatnya.
Ketua STIFA Pelita Mas Palu Prof.Dr. Apt.Joni Tandi., M.Kes yang melepas langsung mahasiswa KKN XXIV, menambahkan yang pertama tujuan dari KKN agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmunya di bangku kuliah untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya pada bidang kesehatan melalui pemanfaatan ilmu kefarmasian.
"Mahasiswa itu dapat memberikan masukan-masukan kepada masyarakat terkait ilmu kefarmasian, intinya mahasiswa itu harus dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," sebut Prof.Joni Tandi.
Menurutnya mahasiswa KKN STIFA Pelita Mas Palu itu dapat berkontribusi dalam kesehatan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit.
"Misalnya degeneratif, diabetes, hipertensi, cara hidup sehat dan mahasiswa juga bisa ke sekolah-sekolah beri penyuluhan mencegah HIV-AIDS dan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan kemasyarakatan," jelasnya.
Prof.Joni Tandi berharap baik mahasiswa yang KKN di Banggai maupun di Kota Palu dapat menerapkan ilmu-ilmunya kepada masyarakat, beberapa penelitian yang sudah dilakukan juga dipresentasikan di lokasi KKN.
Selain berbaur dengan masyarakat, mahasiswa juga dapat membantu tenaga kesehatan di Puskesmas. "Mungkin mereka standby di Puskesmas dan bekerjasama dengan organisasi masyarakat di sana misalnya dengan PKK dan karang taruna," tutupnya.(***)
Editor : Mugni Supardi