Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dialog Pemuda Pergunu dan LS-ADI Sulteng Bahas Tantangan Bonus Demografi

Muchsin Siradjudin
Penulis: Muchsin Siradjudin❯
DIALOG: Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Sulawesi Tengah bersama LS-ADI Sulawesi Tengah, menggelar Dialog Pemuda bertema “Bonus Demografi, Tantangan Pemuda Kini dan Akan Datang” di momen Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/26).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
DIALOG: Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Sulawesi Tengah bersama LS-ADI Sulawesi Tengah, menggelar Dialog Pemuda bertema “Bonus Demografi, Tantangan Pemuda Kini dan Akan Datang” di momen Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/26).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

Advertisement

RADAR PALU - Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Sulawesi Tengah bersama LS-ADI Sulawesi Tengah menggelar Dialog Pemuda bertema “Bonus Demografi, Tantangan Pemuda Kini dan Akan Datang” di Kedai Aswaja, Simpang Lima Silae, Rabu (28/10/26).

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai ruang diskusi mengenai peran pemuda dalam menghadapi tantangan pendidikan, pemikiran, politik, dan persaingan di era bonus demografi.

Dalam dialog tersebut, Muhammad Sadig Alhabsy, M.A. Hum., akademisi sekaligus tokoh muda Alkhairaat, menekankan pentingnya kemampuan pemuda dalam membaca persoalan dan merumuskan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Menurut pemaparan yang disampaikan dalam forum, pemuda tidak seharusnya hanya menghabiskan energi dalam perebutan kekuasaan, tetapi juga perlu menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sadig juga menyoroti bahwa tantangan pemuda saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan akhlak, tetapi juga persoalan pemikiran. Cara berpikir turut memengaruhi gerak dan aktivitas pemuda dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisement

“Hari ini pemuda bukan cuma berhadapan dengan masalah akhlak, tetapi berhadapan dengan persoalan pemikiran,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Nasaruddin Abd. Kadir, S.Ag., M.Si., aktivis sekaligus tokoh muda NU Sulawesi Tengah, menitikberatkan pembahasannya pada sektor pendidikan dan pentingnya membangun kompetensi generasi muda.

Pemuda Indonesia dinilai perlu memiliki daya saing agar mampu memanfaatkan peluang kerja dan mengembangkan gagasan secara optimal.

Tanpa kesiapan tersebut, peluang yang tersedia berpotensi tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda Indonesia.

Adapun Yahdi Basma, SH, yakni mantan Ketua KNPI Sulawesi Tengah menyoroti pentingnya kesadaran politik di kalangan pemuda. Pemuda didorong untuk memahami politik karena berbagai kebijakan dan keputusan politik memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

Advertisement

Artikel Terkait

Forum Pemuda Buol Punya Tantangan, Tak Cukup Sekadar Berorganisasi

Forum Pemuda Buol Punya Tantangan, Tak Cukup Sekadar Berorganisasi

Forum Pemuda Buol didorong melahirkan aksi nyata, mengembangkan kewirausahaan, dan mengolah potensi daerah menjadi peluang ekonomi.

Kemah Pemuda di Poso, Wagub Sulteng Tekankan Pentingnya Persatuan

Kemah Pemuda di Poso, Wagub Sulteng Tekankan Pentingnya Persatuan

Kemah Berani Akbar di Poso mempertemukan ratusan pemuda. Reny Lamadjido mengingatkan pentingnya persatuan dan toleransi.

Wakil Bupati Furqanuddin Dorong Pemuda Banggai Jadi Pelopor Perubahan

Wakil Bupati Furqanuddin Dorong Pemuda Banggai Jadi Pelopor Perubahan

Generasi muda diharapkan mencintai Indonesia melalui pengabdian nyata, tetap gigih menghadapi tantangan, serta memiliki empati masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer