
RADAR PALU – Pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim membutuhkan dukungan narasi media yang kuat, berbasis data, serta mampu membangun kesadaran publik secara berkelanjutan. Upaya itu menjadi fokus dialog bertema “Menguatkan Narasi Media tentang Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim di Lanskap Palu–Sigi–Donggala” yang digelar Kelompok Kerja Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (Pokja PRB-API), disalah satu rumah makan di Kabupaten Sigi, Sabtu (13/6).
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Stasiun BMKG Pemantau Atmosfer Lore Lindu Bariri Asep Firman Ilahi, perwakilan BPBD Sulawesi Tengah Surya, wartawan senior Basri Marzuki, serta perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Sulawesi Tengah Neni Muhidin.
Area Manajer Sulawesi Tengah Sheep Indonesia, Masturido, mengatakan dialog ini bertujuan meningkatkan pemahaman jurnalis mengenai pengurangan risiko bencana (PRB) dan adaptasi perubahan iklim.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas media dalam menghasilkan liputan berbasis sains, data, dan perspektif masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya narasi yang kritis, solutif, dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Asep Firman Ilahi menjelaskan bahwa wilayah Pasigala yang mencakup Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala saat ini menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks.



