
RADAR PALU – Kualitas udara di Kota Palu masih perlu diwaspadai. Hasil pemantauan pada Sabtu (31/10/2026) menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 95 mikrogram per meter kubik (µg/m³) atau berada pada kategori tidak sehat.
Pada saat bersamaan, citra satelit Himawari-9 mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri, Asep Firman Ilahi, melalui informasi pemantauan kualitas udara dan atmosfer menyampaikan bahwa konsentrasi PM2.5 di Palu masih berada di atas ambang kategori sedang berdasarkan klasifikasi yang digunakan dalam laporan tersebut.
Baca Juga: Forum Pemuda Buol Punya Tantangan, Tak Cukup Sekadar Berorganisasi
Selain PM2.5, hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM10 sebesar 94 µg/m³ atau masuk kategori sedang. Sementara itu, konsentrasi PM1 tercatat sebesar 87 µg/m³.
Pengukuran dilakukan pada Sabtu siang. PM1 dipantau pukul 13.50–14.00 WITA, PM2.5 pukul 14.01–14.11 WITA, dan PM10 sekitar pukul 14.14–14.24 WITA.
Meski PM2.5 masih berada pada kategori tidak sehat, nilainya menunjukkan penurunan dibandingkan hasil pemantauan tujuh hari sebelumnya.
Pada 25 Oktober, konsentrasi PM2.5 sempat mencapai 203 µg/m³. Angka tersebut kemudian turun menjadi 194 µg/m³, 123 µg/m³, 102 µg/m³, 105 µg/m³, 114 µg/m³, hingga tercatat 95 µg/m³ pada 31 Oktober.
Tren penurunan juga terlihat pada konsentrasi PM10. Dari 203 µg/m³ pada 25 Oktober, nilainya turun menjadi 94 µg/m³ pada akhir bulan. Sementara PM1 turun dari 186 µg/m³ menjadi 87 µg/m³ dalam periode pemantauan yang sama.
Di sisi lain, berdasarkan citra satelit Himawari-9 pada 31 Oktober 2026 pukul 11.00 WITA, sebaran asap terdeteksi di Kabupaten Morowali Utara, Tojo Una-Una, dan Poso.
Sebaran asap di wilayah tersebut terindikasi bergerak ke arah barat laut hingga utara. Secara umum, angin di wilayah Indonesia pada saat pengamatan bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara.



