Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

217 Ribu Warga Sulteng Sudah Terlayani Berani Sehat

M
Penulis: Muhammad Awaludin❯
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido saat membahas pelaksanaan Program Berani Sehat bersama BPJS Kesehatan di Palu, Senin (21/9/2026). FOTO: BIRO ADPIM SULTENG
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido saat membahas pelaksanaan Program Berani Sehat bersama BPJS Kesehatan di Palu, Senin (21/9/2026). FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 

Advertisement

 

RADAR PALU – Bagi warga yang membutuhkan pengobatan tetapi terkendala status kepesertaan, persoalan administrasi bisa menjadi hambatan sebelum mendapatkan layanan kesehatan. Program Berani Sehat di Sulawesi Tengah dirancang untuk menjawab persoalan tersebut melalui skema jaminan kesehatan yang terhubung dengan BPJS Kesehatan.

Hingga September 2026, sekitar 217 ribu warga Sulawesi Tengah telah mendapatkan manfaat Program Berani Sehat. Angka itu menjadi gambaran besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan kesehatan yang tidak hanya tersedia, tetapi juga mudah digunakan ketika dibutuhkan.

Advertisement

Untuk memastikan penerima manfaat tidak terkendala persoalan data dan kepesertaan, Pemprov Sulteng bersama BPJS Kesehatan membahas pelaksanaan program tersebut dalam Forum Komunikasi dan Kemitraan Pemangku Kepentingan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Senin (21/9/2026).

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pembaruan data. Ketika data kepesertaan tidak sesuai kondisi terbaru, masyarakat yang membutuhkan pelayanan dapat menghadapi kendala administratif saat mengakses fasilitas kesehatan.

Advertisement

SeHati Bantu Verifikasi Kepesertaan

Salah satu bagian dari Berani Sehat yang digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah aplikasi SeHati.

Aplikasi itu terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dukcapil dan Dinas Sosial. Integrasi tersebut memungkinkan status masyarakat diverifikasi ketika terdapat persoalan kepesertaan.

Masyarakat yang belum memiliki kartu atau mengalami status kepesertaan tidak aktif dapat dilakukan verifikasi melalui sistem tersebut untuk mengetahui kondisi kepesertaannya dan penanganan sesuai ketentuan.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengatakan integrasi antarlembaga perlu terus diperkuat agar persoalan administrasi tidak menjadi penghambat ketika warga membutuhkan pelayanan kesehatan.

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Masuk BPJS, Pasien Peluru Nyasar Asal Morut Dijamin Berani Sehat

Tak Masuk BPJS, Pasien Peluru Nyasar Asal Morut Dijamin Berani Sehat

Pasien peluru nyasar asal Morut tak dijamin BPJS, tetapi biaya pengobatan Rp42 juta ditanggung Program Berani Sehat.

Bunda Wiwik: Berani Sehat Itu Bukan Hanya untuk Masyarakat, Tapi Juga untuk Nakes

Bunda Wiwik: Berani Sehat Itu Bukan Hanya untuk Masyarakat, Tapi Juga untuk Nakes

Program Berani Sehat tidak boleh hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga harus memastikan tenaga kesehatan

Reny Lamadjido: Nakes Kunci Sukses BERANI Sehat, 185 Ribu Warga Sudah Merasakan Manfaat

Reny Lamadjido: Nakes Kunci Sukses BERANI Sehat, 185 Ribu Warga Sudah Merasakan Manfaat

Reny Lamadjido menegaskan tenaga kesehatan menjadi ujung tombak Program BERANI Sehat yang telah dimanfaatkan 185 ribu warga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer