Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beasiswa S2–S3 Sulteng Dibuka, Anak Daerah Dilirik Hingga Jerman

A
Penulis: Ade Safitri❯
Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Firmanza menyampaikan peluang beasiswa S2–S3 dan dokter spesialis, membuka harapan anak daerah menembus kampus nasional hingga luar negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Firmanza menyampaikan peluang beasiswa S2–S3 dan dokter spesialis, membuka harapan anak daerah menembus kampus nasional hingga luar negeri.

RADAR PALU – Asa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi kembali terbuka bagi putra-putri Sulawesi Tengah. Pemerintah Provinsi Sulteng memastikan kuota beasiswa magister (S2) dan doktor (S3) tetap tersedia pada 2026, sekaligus membuka jalan penguatan tenaga medis melalui beasiswa dokter spesialis.


Advertisement

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menyebutkan kuota yang tengah diusulkan mencapai sekitar 100 penerima untuk jenjang S2 dan 20 orang untuk S3. Angka itu disesuaikan dengan kebutuhan strategis daerah, bukan sekadar jumlah pendaftar.

 


“Untuk S2 dan S3 memang kuotanya dibatasi, karena harus sesuai kebutuhan daerah,” ujar Firmanza, Jumat (23/1/2026). 

Advertisement

Tak hanya pendidikan umum, Pemprov Sulteng juga memberi perhatian khusus pada sektor kesehatan. Beasiswa dokter spesialis disiapkan dengan catatan penting: penerima wajib mengabdi di daerah asal selama lima tahun setelah menyelesaikan pendidikan. Skema ini diharapkan menjawab kekurangan dokter spesialis di sejumlah wilayah Sulteng.

Beberapa jurusan prioritas yang masuk radar pemerintah di antaranya Teknik Lingkungan dan Kedokteran Spesialis. Keduanya dinilai krusial untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Menariknya, peluang pendidikan bagi anak-anak Sulteng kini tak hanya berhenti di dalam negeri. Pemerintah daerah mulai menjajaki kerja sama internasional, termasuk dengan lembaga pendidikan di Jerman.

Advertisement

“Ada lembaga pendidikan di Jerman yang sudah mengundang. Mereka bilang, kalau ada anak-anakmu, bisa kami bawa ke Jerman, sambil bekerja mereka juga kuliah di sana,” ungkap Firmanza, menggambarkan peluang yang mulai terbuka di level global. 

Meski demikian, Firmanza meminta masyarakat bersabar. Saat ini, Dinas Pendidikan masih memfinalisasi petunjuk teknis (juknis) sebagai dasar resmi pendaftaran dan seleksi penerima beasiswa.

Bagi banyak anak daerah, kebijakan ini bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Ia menjadi pintu masa depan—kesempatan pulang dengan ilmu, pengalaman, dan harapan baru untuk membangun Sulawesi Tengah.***

Advertisement

Artikel Terkait

Kemenkum Sulteng Dalami Strategi Penguatan Indikasi Geografis Berkelanjutan

Kemenkum Sulteng Dalami Strategi Penguatan Indikasi Geografis Berkelanjutan

Kemenkum Sulteng mendalami strategi penguatan Indikasi Geografis untuk melindungi produk unggulan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat

Momentum Sumpah Pemuda, Kemenkum Sulteng Tekankan Pelayanan Berdampak

Momentum Sumpah Pemuda, Kemenkum Sulteng Tekankan Pelayanan Berdampak

Kemenkum Sulteng mendorong pelayanan hukum yang mudah diakses, informatif, dan responsif melalui semangat patriotisme, kegigihan, dan empati

Kemenkum Sulteng Tekankan Integritas dan Empati dalam Pengabdian ASN

Kemenkum Sulteng Tekankan Integritas dan Empati dalam Pengabdian ASN

Kemenkum Sulteng mengajak ASN menerapkan patriotisme, kegigihan, dan empati untuk memperkuat integritas serta kualitas pelayanan publik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer