Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembangunan Tugu Kolonodale Molor, Ini Penjelasan PUPRKD Morowali Utara

I
Penulis: Ilham Nusi❯
MOLOR - Hingga Minggu (7/12/2025), belum terlihat aktivitas pembangunan baru Tugu utama Kota Kolonodale, Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
MOLOR - Hingga Minggu (7/12/2025), belum terlihat aktivitas pembangunan baru Tugu utama Kota Kolonodale, Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

RADAR PALU - Polemik pembangunan Tugu Kolonodale kembali mencuat setelah Dinas PUPRKD Morowali Utara (Morut) menunda pengerjaan dua tugu di Kota Kolonodale dan molornya pembangunan satu tugu lainnya.


Advertisement

Sekretaris Dinas PUPRKD Alamsyah Tenri menjelaskan alasan penundaan proyek tersebut dan memastikan pengerjaan tetap berjalan sesuai ketentuan.

Alamsyah menyebut tugu depan Koramil Petasia harus tertunda karena menunggu desain pelebaran jalan dari Balai Jalan. Balai juga berencana mengambil alih ruas jalan depan masjid sekitar 200 meter yang akan menjadi akses menuju Pelabuhan UPP Kolonodale.

Alamsyah mengungkapkan bahwa PT Pelindo juga berencana mengambil alih pengelolaan Pelabuhan Kolonodale sehingga kendaraan berat akan melintas di ruas tersebut.

Advertisement

"Itu alasan kami menunda dua tugu tersebut," kata Alamsyah, Sabtu (6/12/2025).

Untuk tugu depan Rumah Jabatan Bupati, Alamsyah menegaskan bahwa dinas sudah meminta penyedia mempercepat pengerjaan.

"Jumat kemarin kami rapat bersama Kadis PUPR dan Kaban Keuangan. Mereka bahkan langsung menelpon penyedia agar segera bekerja," ujarnya.

Advertisement

Sebelumnya, Tugu Kolonodale yang menjadi landmark pusat Kota Kolonodale hilang karena dibongkar untuk pembangunan baru. Namun hingga Minggu (7/12/2025), lokasi tugu hanya menyisakan lubang besar yang dilingkari tali rafia dan beberapa spanduk.

Penelusuran Radar Palu menunjukkan pembangunan tugu ini berada di bawah Bidang Cipta Karya PUPRKD Morut dengan skema Penunjukan Langsung bernilai sekira Rp300 juta dari APBD 2025.

Sumber terpercaya menyebut kontraktor proyek sudah menarik uang muka. Pemilik PL disebut sebagai pihak yang memiliki posisi strategis di daerah.

"Kalau sudah ambil uang muka, harusnya proyek dikerjakan," kata sumber, Jumat (5/12/2025).

Kabid Cipta Karya Fachrudin Lalu belum menjawab konfirmasi. Informasi lain menyebut PUPR telah melayangkan surat peringatan (SP I) kepada kontraktor.

Drmikian pula Plt Kepala BPKAD Morut Delfia Parenta juga belum memberikan keterangan soal penarikan uang muka.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Morowali Utara, Arman Purnama Marunduh, menyesalkan keterlambatan proyek Tugu Kolonodale. Ia menilai masalah tersebut menjadi indikator lemahnya perencanaan PUPRKD.

"Keterlambatan ini menunjukkan perencanaan dalam APBD tidak disusun matang," tegas Arman.

Ia mengingatkan bahwa dalam rencana awal terdapat tiga pembangunan tugu di Kota Kolonodale tugu depan Rumah Jabatan Bupati, tugu depan Koramil Petasia, dan tugu depan Pasar Kolonodale.

Namun dua di antaranya, yakni tugu depan Koramil dan tugu depan pasar, batal dikerjakan sehingga berdampak pada rendahnya serapan anggaran.

Arman menilai pembatalan terjadi karena ketidaksiapan dokumen perencanaan. Ia menyayangkan anggaran sudah tersedia, tetapi gambar teknis belum siap.

"Apa kita mau bangun tugu Upin-Ipin di situ?" sindirnya.

Arman menegaskan bahwa proyek pemerintah harus disiapkan jauh sebelum akhir tahun anggaran. Dokumen teknis semestinya selesai beberapa bulan sebelumnya.

Legislator dari Partai Gerindra itu berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi PUPRKD agar lebih disiplin dan profesional.

"Jangan lagi terlambat, terutama untuk proyek yang akan masuk dalam anggaran berikutnya," tandas Arman Marunduh. (ham)

Advertisement

Artikel Terkait

Kemenkum Sulteng Dalami Strategi Penguatan Indikasi Geografis Berkelanjutan

Kemenkum Sulteng Dalami Strategi Penguatan Indikasi Geografis Berkelanjutan

Kemenkum Sulteng mendalami strategi penguatan Indikasi Geografis untuk melindungi produk unggulan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat

Momentum Sumpah Pemuda, Kemenkum Sulteng Tekankan Pelayanan Berdampak

Momentum Sumpah Pemuda, Kemenkum Sulteng Tekankan Pelayanan Berdampak

Kemenkum Sulteng mendorong pelayanan hukum yang mudah diakses, informatif, dan responsif melalui semangat patriotisme, kegigihan, dan empati

Kemenkum Sulteng Tekankan Integritas dan Empati dalam Pengabdian ASN

Kemenkum Sulteng Tekankan Integritas dan Empati dalam Pengabdian ASN

Kemenkum Sulteng mengajak ASN menerapkan patriotisme, kegigihan, dan empati untuk memperkuat integritas serta kualitas pelayanan publik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer