
Bantuan ribuan buku ini menambah koleksi strategis di Perpustakaan Untad.
Sebagian besar berisi pemikiran dan kebijakan Presiden Tiongkok Xi Jinping, termasuk seri The Governance of China.
Selain itu, terdapat literatur tentang ekonomi, hubungan internasional, teknologi, hingga tata kelola pemerintahan.
Rektor Untad, Prof Amar, menyebut hibah ini sebagai langkah penting dalam memperkaya sumber belajar.
“Buku-buku ini dapat menjadi sumber dan bahan literasi bagi kita,” ujarnya.
Menurutnya, koleksi ini membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami model pembangunan alternatif di luar paradigma Barat.
Literatur tersebut juga relevan untuk riset ekonomi pembangunan, kebijakan publik, hingga studi kawasan Asia.
Dorong Analisis Pembangunan
Kehadiran buku-buku ini memungkinkan analisis komparatif antara model pembangunan Tiongkok dan Indonesia.
Terutama dalam isu industrialisasi, pengelolaan sumber daya alam, dan pembangunan daerah.



