Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Basarnas Siaga Lebaran 2026, Antisipasi Lonjakan Operasi SAR Saat Mudik

Muhammad Awaludin • Rabu, 11 Maret 2026 | 22:31 WIB

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan kesiapan Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 dalam RDP bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan kesiapan Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 dalam RDP bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

RADAR PALU – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan kesiapan penuh menghadapi potensi kedaruratan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (11/3/2026). 

 

 

 

Dalam rapat tersebut, Kabasarnas menjelaskan bahwa Basarnas akan menggelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari TNI, Polri hingga potensi SAR dari berbagai lembaga dan komunitas. 

Menurut Syafii, sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam memastikan pelayanan pencarian dan pertolongan berjalan cepat, tepat, terpadu, dan terkoordinasi demi menjamin keselamatan masyarakat selama masa mudik.

“Basarnas bersama kementerian dan lembaga terkait akan memperkuat koordinasi guna mengantisipasi berbagai potensi kedaruratan selama arus mudik dan arus balik Lebaran,” ujarnya.

Data Basarnas menunjukkan tren peningkatan operasi SAR pada periode Siaga SAR Khusus Lebaran dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 191 operasi SAR, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 102 operasi SAR.

Peningkatan jumlah operasi tersebut menjadi perhatian serius bagi Basarnas untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian darurat. 

Mayoritas operasi SAR didominasi oleh kondisi membahayakan manusia, seperti kasus orang tenggelam atau terseret arus di sungai dan pantai. Selain itu juga terdapat kecelakaan kapal di laut, termasuk insiden man overboard maupun kapal tenggelam.

Sementara itu, sejak Januari hingga 9 Maret 2026, Basarnas mencatat telah melaksanakan 593 operasi SAR, dengan sebagian besar kejadian juga berkaitan dengan kondisi membahayakan manusia.

Untuk mengantisipasi potensi kedaruratan selama Lebaran, Basarnas telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya melakukan pemantauan potensi bencana melalui informasi cuaca dan aktivitas alam, memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana SAR, hingga mendirikan posko siaga di titik-titik strategis.

Selain itu, Basarnas juga akan melakukan pemantauan bergerak di wilayah rawan serta meningkatkan sosialisasi keselamatan di lokasi wisata yang berisiko tinggi. 

“Kami juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan informasi kedaruratan agar respons SAR dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” kata Syafii.

Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan masyarakat selama momentum mudik Lebaran 2026.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Radar Palu #Kabasarnas Mohammad Syafii #kesiapsiagaan Basarnas #operasi SAR mudik #Siaga SAR Lebaran #Basarnas Lebaran 2026