Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Campak, Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Agung Sumandjaya
Penulis: Agung Sumandjaya❯

Ciri-ciri campak pada kulit manusia
Ciri-ciri campak pada kulit manusia
RADAR PALU - Campak menjadi salah satu penyakit menular yang masih perlu diwaspadai masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang mudah menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.


Advertisement

Dokter umum Robby Firmansyah Murzen menjelaskan campak merupakan penyakit akibat infeksi virus yang ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, serta munculnya ruam di seluruh tubuh.

“Campak adalah penyakit akibat infeksi virus yang ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, dan ruam di seluruh tubuh. Infeksi campak berawal dari saluran pernapasan dan menular melalui percikan air liur,” jelasnya seperti dikutip dari aplikasi kesehatan Alodokter.

Baca Juga: ATM Rp20 Ribu Jadi “Penyelamat” Mahasiswa Palu Saat Tanggal Tua, Ini Lokasinya

Gejala Awal Campak

Gejala campak biasanya muncul sekitar 7 hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Pada tahap awal, keluhannya kerap menyerupai flu.

Advertisement

Beberapa gejala yang sering dialami penderita antara lain demam, lemas, pilek atau hidung tersumbat, batuk kering, hingga mata merah dan berair. Selain itu, penderita juga dapat mengalami diare, muntah, serta hilangnya nafsu makan.

Ciri khas lain dari penyakit ini adalah munculnya bercak putih di dalam mulut.

Advertisement

Beberapa hari setelah gejala awal muncul, ruam kemerahan biasanya mulai terlihat di area wajah dan leher. Ruam tersebut kemudian dapat menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh. Awalnya berupa bintik-bintik kecil, namun lama-kelamaan dapat menyatu menjadi ruam yang lebih besar.

Berbeda dengan Rubella

Campak kerap dianggap sama dengan Rubella, padahal keduanya berbeda.

Pada campak, ruam dapat bertahan selama 5 hingga 7 hari. Sementara pada rubella, ruam biasanya hanya berlangsung sekitar 1 sampai 3 hari. Meski berbeda, kedua penyakit tersebut sama-sama dapat dicegah melalui vaksin MMR vaccine.

Baca Juga: THR Pensiunan Cair Mulai 5 Maret 2026, Ini Komponen dan Ketentuannya

Cara Penularan

Campak disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus. Virus ini sangat mudah menular melalui droplet atau percikan liur dari penderita.

Penularan bisa terjadi saat seseorang menghirup percikan liur penderita yang keluar ketika batuk atau bersin. Selain itu, virus juga dapat menempel pada benda yang disentuh penderita dan menular ketika orang lain menyentuh mulut atau hidungnya setelah memegang benda tersebut.

Risiko tertular campak lebih tinggi pada bayi yang belum mendapatkan vaksin, orang yang belum menjalani imunisasi lengkap, serta mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau kanker.

Pengobatan dan Pencegahan

Pada umumnya, campak dapat sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan khusus. Namun, penderita disarankan untuk banyak beristirahat, minum air putih yang cukup, serta mengonsumsi obat penurun demam bila diperlukan.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan suplemen vitamin A untuk membantu mengurangi keparahan gejala.

Pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui vaksinasi. Imunisasi campak dapat diberikan sejak anak berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan vaksin MMR pada usia 12 hingga 18 bulan dan diulang kembali pada usia 5 sampai 7 tahun.

Selain vaksinasi, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan, rutin mencuci tangan, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin untuk mencegah penularan penyakit ini.

Meski sering dianggap ringan, campak tetap tidak boleh disepelekan. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga radang otak atau Encephalitis. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Dari Diagnosis ke Kebijakan, Cara Bupati Delis Atasi Masalah Daerah

Dari Diagnosis ke Kebijakan, Cara Bupati Delis Atasi Masalah Daerah

Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menerapkan pola pikir dokter untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan kebijakan daerah.

Kemenkum Sulteng Dalami Strategi Penguatan Indikasi Geografis Berkelanjutan

Kemenkum Sulteng Dalami Strategi Penguatan Indikasi Geografis Berkelanjutan

Kemenkum Sulteng mendalami strategi penguatan Indikasi Geografis untuk melindungi produk unggulan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat

Momentum Sumpah Pemuda, Kemenkum Sulteng Tekankan Pelayanan Berdampak

Momentum Sumpah Pemuda, Kemenkum Sulteng Tekankan Pelayanan Berdampak

Kemenkum Sulteng mendorong pelayanan hukum yang mudah diakses, informatif, dan responsif melalui semangat patriotisme, kegigihan, dan empati

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer